Diambang Panen Raya, Petani Jagung Purbalingga Minta Pemerintah Stop Impor
SATELITPOST.COM | 28/02/2019 13:30
Diambang Panen Raya, Petani Jagung Purbalingga Minta Pemerintah Stop Impor
INFO Panen Jagung di Perkebunan Jati Jawa Timur

PURBALINGGA, SATELITPOST-Berbeda dengan harga cabai yang tengah anjlok, petani jagung kini tengah menikmati harga bagus di pasaran. Pada musim tanam I tahun ini, harga  dari petani berkisar Rp 4.500-Rp 5.500 per kilogram jagung pipilan kering.  

“Sebelumnya, di tahun 2018 harga terendah mencapi Rp 3.200 per kilogram, sekarang naik lebih dari seribu rupiah. Kenaikan harga itu tentu merupakan kabar bahagia bagi petani,” kata Kasi Produksi Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Purbalingga, Hafidhah khusniyati, Selasa (26/2). 

BACA JUGA: Lupa Matikan Tungku, Dua Rumah di Purbalingga Terbakar

Hafidhah menambahkan, Purbalingga saat ini diambang pintu panen raya. Prediksi luas panen jagung pada Februari dan Maret 2019 diperkirakan masing-masing sebesar 1098 hektare dan 1418 hektare.  

Karena itu, jika keran impor dibuka kemungkinan akan berisiko pada anjloknya harga jagung. Untuk Purbalingga sendiri berdasarkan perhitungan kasar, produksi jagung melebihi kebutuhan. Kebanyakan, hasil panen jagung dipasok untuk industri pakan ternak.  

BACA JUGA: Lapor PTUN Mekanisme yang Benar, Bupati Tetap Bisa Melantik

“Tahun 2018, luas panen sebesar 6.858 hektare dengan besaran panen mencapai 39.672,8 ton jagung. Kalau kita hitung secara kasar kebutuhan jagung dengan jumlah ternak yang ada kebutuhan sekitar 20.000 ton saja,” ujarnya.

Baca selengkapnya di SATELITPOST.COM


BERITA TERKAIT