Jenazah TKI Asal Cilacap Terkatung-katung 8 Bulan di Rumah Sakit Cina
SATELITPOST.COM | 30/05/2018 09:01
Jenazah TKI Asal Cilacap Terkatung-katung 8 Bulan di Rumah Sakit Cina
MUJIATI, istri TKI meninggal di Taiwan yang jenazahnya baru dipulangkan setelah 8 bulan, sedang menunjukkan foto korban ukuran kecil yang masih dimiliki, dimana foto tersebut digunakan untuk mendaftar kerja, Minggu (27/5).SATELITPOST/ANDRIAN

SATELITPOST, CILACAP -  Jenazah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Cilacap  akhirnya tiba di rumah duka di Kelurahan Donan, Cilacap, setelah delapan bulan berada di rumah sakit di Cina. Eko Parwoto, 31 tahun  diketahui meninggal di Taiwan pada 1 Oktober 2017 lalu. Jenazahnya tiba pada Sabtu 26, Mei 2018 pekan lalu.

Istri Eko, Mujiati, 31 tahun mengatakan, bahwa suaminya bekerja di Taiwan sejak 9 November 2016. Sebagai anak buah kapal (ABK) penangkap ikan di laut lepas. Dia mendapatkan kabar duka dari perusahaan yang memberangkatkan, bahwa suaminya meninggal.

Sesuai dengan keterangan beberapa rekan kerja yang juga dari Cilacap, Eko meninggal secara mendadak ketika bekerja di sana. “Saya dapat kabar dari PT yang memberangkatkan bahwa suami saya meninggal. Kalau meninggalnya karena apa, bilangnya si sakit,” ujarnya.

Namun anehnya ketika rekan-rekan kerja sudah pulang ke Indonesia, jenazah Eko belum dipulangkan ke kampung halamannya. Pihak keluarga kemudian meminta pertanggungjawaban perusahaan yang berlokasi di Pemalang tersebut. Tetapi dari beberapa kali usahanya tetap tidak ada kepastian.

“Janjinya proses pemulangan 20 hari tapi tidak kunjung dipulangkan. Kemudian setelah itu saya  laporkan ke mana-mana, sudah ke DPRD, pihak Kemenlu, KBRI dan Agen yang ada di sana bahkan ke Polda. Dari perusahaan yang ada di sana bilangnya nggak usah dipulangkan katanya ribet, tapi dari pihak keluarga ngotot harus dipulangkan, kondisinya seperti apapun,” ujarnya.

Keluarga sendiri sebenarnya sudah mengikhlaskan bahwa Eko meninggal saat bekerja. Namun jasad korban harus dipulangkan dan kasusnya juga harus terungkap. “Ya sudah ikhlas cuma kok pengurusannya seperti ini, jadi kasihan jenazahnya kayak diombang-ambingkan gitu,” katanya.

Dikatakan, mendapat kabar pemulangannya itu karena terus kontak dengan pihak KBRI yang ada di sana.  “Setelah jenazah pulang akhirnya lega sudah dimakamkan juga. Tapi saya akan tetap tuntut PT-nya itu, ibaratnya sudah bilanya paling nggak satu bulan namun delapan bulan baru dipulangkan. Sudah bikin keluarga sakit hati, orangtua juga jadi drop karena mikirin anak,” ujarnya.

Sementara untuk masalah gaji setelah meninggal sudah dikirimkan. Menurutnya, dari pihak perusahaan juga sudah memberikan uang duka. Perlu diketahui jenazah Eko tiba di rumah duka pada Sabtu (26/5) malam dan dimakamkan pada Minggu (27/5) pagi. Korban pergi untuk selama-lamanya meninggalkan istri dan seorang anak perempuan yang baru berusia 4 tahun. (andrian@satelitpost.com)


BERITA TERKAIT