Pemerintah Cilacap Tetapkan Status Siaga Kekeringan Mulai 15 Mei
SATELITPOST.COM | 08/06/2018 09:20
Pemerintah Cilacap Tetapkan Status Siaga Kekeringan Mulai 15 Mei
BPBD menyalurkan air di Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Rabu (6/6/2018).

CILACAP, SATELITPOST-Memasuki musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap mulai melakukan langkah antisipasi kekeringan di wilayah Cilacap. Pasalnya, ada sebanyak 48 desa di 14 kecamatan dengan 61.933 kepala keluarga serta 20.946 jiwa yang berpotensi terdampak kekeringan.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Cilacap, Tri Komara Sidhy didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Martono mengatakan Bupati Cilacap sudah menerbitkan SK penetapan status keadaan siaga darurat bencana kekeringan di Cilacap. Status siaga itu berlaku mulai tanggal 15 Mei sampai 15 Agustus. Selain itu pemkab juga sudah melakukan koordinasi dengan BMKG.

“Untuk antisipasi kami juga sudah bekerjasama dengan PDAM Tirta Wijaya dan PMI untuk menyalurkan bantuan air bersih kepada wilayah desa yang membutuhkan, menggunakan armada tangki air dengan kapasitas 5 ribu liter,” ujarnya.

Selain itu juga membuat usulan permohonan dana siap pakai (DSP) kepaa Kepala BNPB untuk program perluasan jaringan air bersih yang terkoneksi dengan PDAM Tirta Wijaya Cilacap.

Saat ini, BPBD juga sudah mulai menyalurkan air bersih di Dusun Gocea RT 1 RW 12 Desa Binangun Kecamatan Bantarsari, ada sebanyak 36 kepala keluarga dengan 144 jiwa yang terkena dampak. Air bersih juga disalurkan ke Dusun Binangun Baru RT 2 RW7 Desa Binangun, sejumlah 40 KK dengan 175 jiwa terkena dampak. Selain itu air bersih sudah di dan juga di Dusun Sumberreja RT 3 RW 3 Desa Bringkeng Kecamatan Kawunganten. Dua tangki sudah disalurkan kepada warga di dua desa tersebut.

Sementara itu, Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Cilacap, Teguh Wardoyo mengatakan berdasarkan pantauan hujan pada Mei, sebagian wilayah di Kabupaten Cilacap sudah memasuki musim kemarau. Karena curah hujan kurang dari 150 mm/bulan, kecuali Kecamatan Majenang dengan rata-rata 165 mm/bulan.

“Secara umum prediksi awal musim kemarau di Cilacap terjadi pada Mei untuk wilayah Cilacap Timur dan Juni untuk sebagian besar Cilacap. Dengan demikian musim kemarau di Cilacap sebagian besar maju pada Mei,” ujarnya, kemarin.

Sifat musim kemarau pada tahun ini, normal hingga atas normal. Puncak musim kemarau diperkirakan pada Agustus, dan dengan lama musim kemarau 9-14 dasarian. “Kami mengimbau agar pihak terkait mulai mengantisipasi adanya musim kemarau ini, karena sebagian wilayah Cilacap jika ada musim kemarau mengalami kekeringan,” ujarnya. (ale)

SATELITPOST.COM


BERITA TERKAIT