Cilacap Mulai Legalkan Operasional Bajaj Gantikan Becak Motor
SATELITPOST.COM | 08/06/2018 09:30
Cilacap Mulai Legalkan Operasional Bajaj Gantikan Becak Motor
Pemerintah Cilacap meluncurkan beroperasinya 11 bajaj pada Rabu, 6 Juni 2018

CILACAP, SATELITPOST- Sebanyak 11 bajaj mulai Rabu (6/6/2018) mulai mengaspal di jalanan Kota Cilacap. Peresmian operasional moda transportasi beroda tiga ini dilakukan Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, usai apel gelar pasukan Operasi Ketupat Candi 2018 di Alun-alun Cilacap.

Usai meresmikan beroperasinya bajaj, Bupati Tatto bersama dengan Kepala Kepolisian Resor Cilacap Ajun Komisaris Besar Polisi Djoko Julianto menaiki bajaj dan berkeliling Kota Cilacap.

Rombongan diikuti oleh konvoi sejumlah taksi online dan kendaraan pengamanan Lebaran 2018.

“Angkutan ini hanya khusus di kawasan tertentu. Saat ini baru ada 11, rencananya nanti ada 28 dan bisa ditambah lagi. Sudah mulai operasi, silakan mencoba semua,” ujar Bupati Tatto usai berkeliling menikmati bajaj.

Angkutan yang memiliki kapasitas mesin 200 cc ini diharapkan bisa membantu dan memudahkan masyarakat yang rumahnya berada masuk gang. Atau kawasan yang tidak bisa dimasuki oleh angkutan umum.

“Sekarang zamannya mereformasi diri dalam angkutan. Masyarakat harus terlayani dengan baik. Karena itu ke depan (kendaraan angkutan, red) yang sudah tua-tua harus diremajakan, untuk melayani masyarakat,” ujar Bupati Tatto.

Bajaj Cilacap

 

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cilacap, Tulus Wibowo mengatakan, angkutan khusus di kawasan tertentu di wilayah kota ini terbagi  dalam 3 zona. Zona pertama mulai Pasar Palem Gading sampai Desa Karangkandri, zona dua mulai Pasar Palem Gading ke arah barat sampai Pasar Saliwangi dan Gumilir, serta zona tiga mulai dari Gumilir sampai Kota Cilacap.

“Angkutan ini untuk mengganti becak motor yang beroperasi secara liar. Karena tidak ada aturannya. Polres juga menghendaki agar pengganti bentor segera beroperasi,” ujarnya.

Meskipun demikian, adanya angkutan ini tidak akan menggantikan angkutan kota. Karena angkutan kota masih tetap ada, taksi juga ada. Menurut Tulus, angkutan Bajaj ini memiliki segmen sendiri. Selain itu bajaj juga diatur di zona tertentu.

“Bajaj sudah ada uji kendaraan bermotor, sudah resmi. Taksi, angkutan kota masih ada, Bajaj ini hanya mangkal di zona tertentu yang tidak ada angutan kota. Seperti di pasar-pasar. Kalau Pasar Gede tidak boleh karena ada angkutan kota, tidak boleh mangkal,”  katanya.

Untuk kota Cilacap akan ada sekitar 28 unit, meskipun dibutuhkan sekitar 200 unit untuk menggantikan bentor yang sudah ada. Ke depan usai uji coba ini, akan dikembangkan ke wilayah Majenang dan Kroya. Bersamaan dengan menunggu regulasi yang pasti, serta survei oleh konsultan untuk mendata kebutuhan yang dipenuhi di Cilacap.

Terkait dengan tarif, kata Tulus, dikenakan tarif bawah dan atas. Atau nantinya sesuai dengan negosiasi kedua belah pihak. Satu bajaj ini bisa dinaiki oleh tiga orang penumpang.

Salah satu pengemudi Bajaj, Marjito (53) warga Desa Tritih Lor Kecamatan Jeruklegi mengatakan dulunya dia menjadi sopir bentor. Dengan sekarang menggunakan bajaj ini, dirasa lebih nyaman.

“Kalau dulu sering di razia sama polisi, karena memang tidak boleh. Kalau pakai ini lebih nyaman dan aman, apalagi kalau hujan, ngga bakal kehujanan,” ujarnya.

Dengan menggunakan bajaj ini, kata dia, diharapkan akan semakin banyak masyarakat yang tertarik dan menggunakan jasa angkutan bajajnya. Untuk saat ini dia akan mangkal di Pasar Saliwangi. Untuk tarif, ditentukan per kilometer (km). “Tarifnya per km, atau paling ya nego lah atau borongan,” katanya.

Sama halnya dengan Samiarja (56) sopir bajaj asal Desa Tritih Wetan Kecamatan Jeruklegi ini juga mengaku lebih aman menggunakan kendaraan ini dibandingkan sebelumnya. Untuk mendapatkan bajaj ini, dibayar secara kredit yang setiap bulan disetorkan ke KUD. “Setiap bulan bayar kreditnya Rp 980 ribu, sampai lima tahun,” katanya.

Dia berharap setiap bulannya bisa menutup untuk angsuran, dengan banyaknya antusias masyarakat untuk menggunakan jasa angkutan bajajnya.

Bajaj yang ada di Cilacap ini dengan merk TVS, kapasitas mesin 200 cc, serta menggunakan bahan bakar bensin. Daya angkut 287 kg atau tiga orang termasuk pengemudi, maksimal  mengangkut barang seberat 107 kg. (ale@satelitpost.com)


BERITA TERKAIT