Gelar Doa Bersama Pulang Bawa Berkat dan Amplop: Money Politic atau Bukan?
SATELITPOST.COM | 28/06/2018 09:50
Gelar Doa Bersama Pulang Bawa Berkat dan Amplop: Money Politic atau Bukan?
KAPOLRES Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun SIK bersama perwakilan Banser, dan perwakilan PDIP bersalaman usai melakukan dialog di Kantor DPC PDIP Banyumas, Selasa (26/6/2018).SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH

PURWOKERTO, SATELITPOST – Dugaan politik uang sempat muncul di Desa Susukan, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Seorang warga Susukan ES diduga melakukan politik uang dalam pengajian dan doa bersama untuk kemenangan pasangan Mardjoko-Ifan Haryanto.

ES mengakui bahwa uang tersebut merupakan pemberian istri salah seorang calon bupati. “Karena alasan ini, kita bawa ES dan dua orang lainnya ke Panwascam Sumbang. Setelah itu, langsung dibawa ke sini (Panwaskab, red),” kata Koordinator Lapangan Satgas AntiPolitik Uang PDIP, Iwan Mujianto.

Ternyata insiden ini pun berbuntut panjang. Puluhan massa yang berasal dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menggeruduk kantor DPC PDIP Banyumas di Jalan Adhyaksa Purwokerto Utara, Selasa (26/6/2018).

Perwakilan massa, kemudian diarahkan dengan dilakukannya mediasi di dalam kantor DPC PDIP Banyumas. Dalam mediasi itu diikuti Kapolres Banyumas, Perwakilan DPC PDIP Banyumas Febrian Nugroho sebagai bendahara, Wakil Ketua Bidang Hukum dan Keamanan Agus Priambodo, dan Kuasa hukumnya Susetyo. Sementara, dari perwakilan masa, ada Komandan Banser Banyumas Andri Wijanarko, Sekretaris Tim Siyasah NU Akhmad Iksan,dan Pengurus PCNU Muhaimin.

Komandan Banser Banyumas Andri Widiyanto mengatakan, pihaknya melakukan aksi keberatan kepada PDIP Banyumas, atas tindakan Satgas Anti Politik Uang yang mengira doa yang dilakukan oleh warga NU di Desa Susukan Kecamatan Sumbang Banyumas terindikasi tindakan politik uang.

Padahal kegiatan itu hanyalah doa bersama dan rutin dilakukan oleh warga nahdiyin. Kata dia, sebagai  tuan rumah memang biasa memberikan buah tangan, berupa bahan makanan atau uang. Ia menyayangkan tindakan satgas PDIP yang melakukan sendiri tanpa melaporkan ke Panwaslu, dan pihak- pihak penegak hukum dalam Pilkada.

“Pelaporannya alhamdulillah dicabut, selain itu sudah ada permintaan maaf kepada NU dan Ansor. Ini sudah selesai,” katanya.

Sekretaris Tim Siyasah NU Akhmad Iksan menambahkan, dalam kulturnya, acara seperti itu sudah biasa ada pemberian amplop atau berkat (bingkisan) dan ini adalah tradisi. “Marilah kita tetap jaga pilkada yang aman, tertib dan damai,” kata dia.

Sedangkan perwakilan dari DPC PDIP, Agus Priambodo mengatakan, apa yang dilakukan sebenarnya memiliki tujuan yang sama, menjaga gelaran pilkada Banyumas berjalan dengan baik.

“Kita melihat ada kegiatan tahlil yang menurut informasi dari masyarakat digelar atas hajat istri Mardjoko. Sebelum ke sana kita sudah koordinasi dengan PPL setempat, tetapi mereka tidak berani mengambil tindakan,” katanya.

Baca Juga: Panwas: Laporan Money Politics Pilkada Banyumas Ditindaklanjuti Sebagai Temuan

Menurutnya, pada acara tersebut, satgas menemukan ada amplop sehingga mempertanyakannya. “Kita tidak melihat sisi tradisinya karena ini masa tenang. Jadi mohon maaf tidak ada irisan dengan NU atau Banser,” kata dia.

Bendahara DPC PDIP Banyumas Febrian Nugroho sendiri mengatakan, DPC PDIP Banyumas tidak punya niatan untuk melakukan persekusi kepada kelompok manapun dan satgas anti politik uang yang dibentuk setahun sebelumnya hanya melakukan kerja teknisnya.

“Jadi, kalau di lapangan, memang mereka tidak melihat basisnya dari kelompok apa. Kemudian karena keterbatasan informasi, kami baru tahu kalau kami dianggap mencederai nahdliyin tadi pagi,” katanya.

Menurutnya, apa yang dilakukan tim satgas hanya dilatarbelakangi oleh dugaan pelanggaran money politik semata. “Kita harap Pilkada bisa selasai dengan baik dan kami akan cabut pelaporan ke panwas , dan kami juga berharap pelaporan ke polres juga akan dicabut,” katanya. Ia menambahkan, pihaknya juga akan mengklarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf di media secepatnya karena apa yang terjadi bukan atas dasar niat mengganggu kultur NU.(nns)

SATELITPOST.COM

BERITA TERKAIT