Pak Guru Raup Rp 2,6 Miliar dari Menipu Puluhan Tetangga, Janjikan Bisa Jadi Guru PNS, Uangnya Dipakai Kredit Mobil Liburan dan Umroh
SUARABANYUURIP.COM | 10/01/2020 08:10
Pak Guru Raup Rp 2,6 Miliar dari Menipu Puluhan Tetangga, Janjikan Bisa Jadi Guru PNS, Uangnya Dipakai Kredit Mobil Liburan dan Umroh
Kapolres Bojonegoro AKBP M Budi Hendrawan, saat Jumpa Pers

SuaraBanyuurip.com, Bojonegoro  - Sandiyono (37) warga Desa Panjang RT 7 RW 3 Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dihadapan penyidik Polres Bojonegoro mengaku telah menipu 82 orang yang dijanjikan bisa masuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Aksi yang dilakukan oknum guru itu dilakukan sejak 2017 hingga 2019.

Dari hasil perbuatannya, oknum guru Matematika itu total mendapat uang sebanyak Rp 2,640 Miliar. Uang tersebut oleh tersangka digunakan untuk renovasi rumah, kredit mobil Ertiga, berlibur ke Bogor bersama istri, membeli tujuh unit motor, membeli perabotan rumah tangga dan dipakai umroh.

"Total barang bukti uang yang diamankan hanya sekitar Rp 933.500.000, sisanya sudah dipakai," ujar Kapolres Bojonegoro AKBP M Budi Hendrawan, Rabu (8/1/2020).

Kejahatan tersangka terungkap setelah salah seorang korban, Dian Puspita Candra (41) warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Kedungadem melaporkan tersangka ke Mapolres Bojonegoro. Dian menjadi korban pada Februari 2019 pukul 19.00 WIB di rumah mertua tersangka yang juga berada di Kecamatan Kedungadem.

Modusnya oknum guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu dengan cara memberi kabar kepada korban bahwa ada lowongan PNS sebagai guru SD melalui jalur khusus. Kemudian tersangka meminta syarat agar korban menyiapkan persyaratan administrasi dan membayar uang sebesar Rp 30 juta. 

Setelah korban menyerahkan semua berkas persyaratan, tersangka menjanjikan pada Agustus 2019 korban sudah bisa menjadi guru PNS dan mengajar di SDN Jambirejo 1 Kecamatan Kedungadem. Setelah lewat batas waktu yang ditentukan ternyata tidak ada rekrutmen CPNS di sekolah tersebut, sehingga merasa ditipu korban melapor ke polisi.

"Rata-rata korban merupakan warga yang tinggal di sekitar rumah tersangka, seperti dari Kecamatan Kedungadem, Sukosewu," ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 378 dan atau 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara. Tersangka kini mendekam di jeruji besi Mapolres Bojonegoro untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (rien). 

SUARABANYUURIP.COM


BERITA TERKAIT