MUI Bojonegoro Serukan Boikot Produk Prancis Hingga Presiden Macron Meminta Maaf
SUARABANYUURIP.COM | 05/11/2020 10:40
MUI Bojonegoro Serukan Boikot Produk Prancis Hingga Presiden Macron Meminta Maaf
Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Stikom El Rahma Bogor melakukan aksi damai mengecam Presiden Prancis Emmanuel Marcon di Tugu Kujang, Kota Bogor, Jumat, 30 Oktober 2020. Dalam aksinya, mahasiswa mengutuk keras pernyataan kontroversial Presiden Prancis Emmanuel Macron terhadap pembuatan kartun Nabi Muhammad SAW di salah satu majalah di Prancis yang dianggap melecehkan agama Islam. ANTARA/Arif Firmansyah

SuaraBanyuurip.com, Bojonegoro - Menanggapi pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengeluarkan pernyataan sikap. MUI Bojonegoro mendukung sikap MUI pusat yang memboikot produk dari Prancis.

Pernyataan sikap MUI Bojonegoro dikeluarkan dalam surat Nomor: 002/MUI.BJN/N/XI/2020. Dalam surat itu menjelaskan, semua agama di dunia mengajarkan kepada ummatnya agar hidup rukun berdampingan. Namun, tidak  dibenarkan antara ummat agama yang satu dengan agama lainnya saling menghina dan menjelek-jelekkan.

Pernyataan Presiden Prancis telah menghina kesucian agama dan melukai perasaan umat Islam sedunia. Itu merupakan tindakan yang tidak beradab. Juga tidak menghargai kebebasan dalam beragama sehingga dengan dalih apapun tidak dapat dibenarkan.

Ketua MUI Bojonegoro KH Alamul Huda dalam surat itu yang dikeluarkan pada Rabu (4/11/2020) mengatakan, sikap Pemerintah RI jelas, yaitu menyatakan bahwa apa yang dilakukan Presiden Prancis merupakan tindakan yang dapat memecah belah persatuan ummat di dunia. Karena itu, MUI Bojonegoro menyatakan sikap.

"Mengutuk sikap dan pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Serta mendukung penuh sikap Presiden RI Ir. Joko Widodo yang telah mengecam keras pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron,"

Selain itu, lanjut dia, juga mendukung penuh sikap yang telah diambil MUI Pusat dalam memboikot semua produk yang berasal dari Negara Prancis sampai dengan Presiden Emmanuel Macron mencabut ucapannya dan meminta maaf kepada ummat Islam se dunia. Juga ummat Islam Indonesia tidak ingin mencari musuh, mmat Islam hanya ingin hidup berdampingan. (jk)

SUARABANYUURIP.COM


BERITA TERKAIT