Pemkab Bojonegoro Perpanjang Jam Malam hingga 8 Februari
SUARABANYUURIP.COM | 25/01/2021 22:26
Pemkab Bojonegoro Perpanjang Jam Malam hingga 8 Februari
Pemkab Bojonegoro Perpanjang Jam Malam hingga 8 Februari

SuaraBanyuurip.com - Joko Kuncoro

Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur, mengeluarkan surat imbauan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM). Surat itu, berisi empat imbauan untuk mencegahan penyebaran Covid-19 dalam masyarakat.

Surat Bupati Anna Mu’awanah tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 pada 21 Januari 2021 terkait evaluasi penanganan Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro.  Dalam surat tersebut, Pemkab Bojonegoro memperpanjang kembali pembatasan kegiatan masyarakat (PKM), termasuk jam malam yang diterapkan hingga tanggal 8 Februari.  

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro Masirin, Senin (25/01/2021) surat dikeluarkan setelah rapat koordinasi gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Kabupaten Bojonegoro. Ia meminta kepada gugus tugas percepatan tingkat Desa/Kelurahan, hingga Kecamatan untuk segera diintensifkan kembali terkait himbauan PKM ini. 

"Kami juga menghimbau kepada gugus tugas percepatan Desa/Kelurahan dan Kecamatan untuk mengintensifkan kembali," katanya. 

Adapun isi surat imbauan sebagai berikut : 

1. Meningkatkan intensitas kegiatan operasi yustisi bersama TNI-POLRI (tiga pilar) khususnya untuk kecamatan Kanor, Sumberrejo, Balen, Kepohbaru, dan Padangan

2. Melaksanakan kegiatan kegiatan belajar mengajar secara darring/on-line

3. Melakukan pembatasan terhadap kegiatan masyarakat yang menimbulkan keramaian dan kerumunan (hajatan, seremonial resepsi pernikahan dan kegiatan keagamaan) 

4. Menerapkan pengaturan jam malam terhitung mulai tanggal 26 Januari 2021 s/d 8 Februari 2021:

a.  Jam operasional untuk pusat perbelanjaan, mall dan toko modern sampai jam 21.00 wib

b. Bagi tempat usaha makanan dan minuman diperbolehkan tetap buka diatas jam 21.00 wib, dengan tidak melayani konsumen makan ditempat, bisa melalui pesan antar atau dibawa pulang.

c. Kegiatan ditempat ibadah tetap dapat dilaksanakan, dengan pembatasan kapasitas  sebesar 50 persen dan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat

d. Kegiatan gugus tugas percepatan penanganan covid-19 tingkat kecamatan atau desa untuk diintensifkan.