Kilang Tuban Butuh Dukungan Jalan Tol dan Jalur Kereta Api
SUARABANYUURIP.COM | 07/06/2021 18:24
Kilang Tuban Butuh Dukungan Jalan Tol dan Jalur Kereta Api
Kilang Tuban Butuh Dukungan Jalan Tol dan Jalur Kereta Api

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Tuban - Kilang minyak baru atau New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban, Jawa Timur, membutuhkan dukungan infrastruktur untuk akses distribusi produk dengan volume tinggi secara berkelanjutan. Karena itu akan dibangun jalan tol dengan jalur Tuban - Babat - Lamongan - Gresik dan jalur kereta api Tuban - Babat - Jombang.

Direktur Utama Refinery & Petrochemical Subholding PT Kilang Pertamina Internasional, Djoko Priyono menyampaikan pembangunan Kilang Tuban ini membututuhkan dukungan akses distribusi melalui high rood dan rel kereta api. Jalur tol yang dibutuhkan adalah Tuban - Babat - Lamongan, Gresik. Sedangkan jalur kerata api yang akan direaktivasi Tuban - Babat - Jombang.

"Pembangunan infrastruktur ini mengacu Peraturan Presiden (Perpres) No 8 tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi di kawasan yang dimaksud," ujar Djoko saat menyampaikan perkembangan terkini project Kilang Tuban kepada Komisi VII DPR RI.

Dijelaskan, pembangunan dua akses tersebut untuk pengiriman pruduk dengan volume tinggi secara sustainablity (berkelanjutan).

"Akses tersebut termasuk perbaikan dan perluasan infrastruktur jalan kabupaten Tuban," tegas Djoko.

Ditambahkan, sekarang ini sedang dilaksanakan studi kelayakan pengembangan infrastruktur tol dan rel kerata api dengan melibatkan pemarkasa dan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan kementerian terkait.

Untuk diketahui, kilang minyak tuban merupakan proyek strategis nasional yang dikerjakan PT Pertamina bersama Rosneft, perusahaan asal Rusia, dengan nilai investasi mencapai US$ 16 miliar. Proyek ini berada 11 kilo meter (Km) dari Kota Tuban. Lokasinya dekat dengan Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM), dan PLTU Tanjung Awar-awar.

Pembangunan kilang minyak Tuban akan terintegrasi dengan petrokimia kompleks. Kilang ini memiliki kapasitas pengolahan minyak mentah sebesar 300.000 barel minyak per hari dan produksi petrochemical mencapai 4.701 kilo ton per annum (ktpa). 

Pruduk BBM dari Kilang Tuban sebanyak 12, 8 juta KL per tahun meliputi diesel, avture, gazolin. Rinciannya, 5,2 juta diesel, 1,49 juta avture, dan 5,95 juta gazolin. 

Kilang Tuban ditarget beroperasi atau onstrem pada Juni 2027. Target ini mundur enam bulan dari jadwal awal yakni 2026 akibat pandemi Covid-19. 

Perkembangan terkini, Kilang Tuban masih tahap pembersihan lahan (land clearing) tahap III, penyelesaian  Front End Engineering Design (FEED), dan penyelesaian sejumlah perizinan.(suko)