Kilang Tuban Akan Pakai Lahan Perhutani untuk Camp Area dan Fabrikasi
SUARABANYUURIP.COM | 09/06/2021 12:53
Kilang Tuban Akan Pakai Lahan Perhutani untuk Camp Area dan Fabrikasi
Kilang Tuban Akan Pakai Lahan Perhutani untuk Camp Area dan Fabrikasi

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Tuban - PT Pertamina akan memakai perhutani seluas 250 hektar (Ha) untuk membangun area tempat tinggal sementara dan fabrikasi guna mendukung Kilang minyak baru atau New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban, Jawa Timur.

Direktur Utama Refinery & Petrochemical Subholding PT Kilang Pertamina Internasional, Djoko Priyono mengatakan, 250 hektar lahan perhutani di area proyek Kilang Tuban yang dibutuhkan ini 150 ha untuk camp area dan 100 ha guna fabrikasi.

"Jadi nanti di situ akan dibangun tempat tinggal sementara bagi pekerja, dan proses perakitan peralatan kilang Tuban," ujar Djoko saat memberikan paparan perkembangan terkini proyek Kilang Tuban kepada Komisi VII DPR RI.

Karena itu pihaknya membutuhkan dukungan pemerintah untuk perizinan penggunaan lahan Perhutani guna kelancaran proyek Kilang Tuban.

"Penggunaan lahan Perhutani ini bisa melalui skema pinjam pakai atau sewa selama pekerjaan konstruksi berlangsung," tegasnya.

Mega proyek Kilang Tuban menelan investasi US$ 16 miliar ini. Proyek yang dikerjakan Pertamina bersama Rosneft, perusahaan asal Rusia ini bisa beroperasi (onstrem) di pertengahan 2027 atau mundur enam bulan dari target awal akibat pandemi Covid-19.

Proyek Kilang Tuban akan menyerap 20 ribu pekerja saat konstruksi berlangsung, 2.500 pekerja ketika beroperasi. 

Pembangunan kilang minyak Tuban akan terintegrasi dengan petrokimia kompleks. Kilang ini memiliki kapasitas pengolahan minyak mentah sebesar 300.000 barel minyak per hari dan produksi petrochemical mencapai 4.701 kilo ton per annum (ktpa). 

Pruduk BBM dari Kilang Tuban sebanyak 12, 8 juta KL per tahun meliputi diesel, avture, gazolin. Rinciannya, 5,2 juta diesel, 1,49 juta avture, dan 5,95 juta gazolin. 

Djoko menyampaikan, perkembangan terkini Kilang Tuban, sedang dilakukan Front End Engineering Design (FEED), setelah basic engineering desain (BED) telah rampung dikerjakan. Per 30 April 2021 lalu, FEED mencapai 0,6% dan ditargetselesai pada Januari 2022. 

Untuk penyiapan lahan seluas sekira 834,8 ha. Terdiri 377 ha lahan milik warga, 328 ha milik KLHK, dan lahan perhutani 105 ha, jalan desa 3,4 ha dan relokasi perhutani 20 ha.

"Lahan warga telah selesai 100% dilakukan pembayaran pada 9 desember 2020. 55 pemilik dibayar secara konsinyasi," bebernya.

Sedangkan pembersihan lahan (land clearing) tahap III terealisasi 27 % per 27 Mei 2021. Land clearing tahap IV dimulai setelah tahap III selesai pada 20 Oktober 2021.

Sementara untuk lahan milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan  (KLHK) telah selesai akuisi melalui perjanjian Tukar Menukar Kawasan Hutan atau TMKH  pada Desember 2019. 

"Land clearing sudah selesai dan garis restorasi pada Juli dan Mei 2020," pungkas Djoko.(suko)