Produksi Komulatif Minyak Blok Cepu Tembus 457 Juta Barel
SUARABANYUURIP.COM | 10/06/2021 09:45
Produksi Komulatif Minyak Blok Cepu Tembus 457 Juta Barel
Produksi Komulatif Minyak Blok Cepu Tembus 457 Juta Barel

SuaraBanyuurip.com - d suko nugroho

Bojonegoro - Produksi minyak Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu di wilayah Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) mencatatkan kinerja maksimal. Total produksi komulatif Banyu Urip menembus 457 juta barel atau lebih tinggi dari perkiraan keseluruhan volume cadangan minyak terproduksikan saat rencana awal Plan of Development (PoD) sebesar 450 juta barel.

Kegiatan produksi minyak Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, dimulai pada tahun 2008 dan fasilitas produksi utama mulai dioperasikan pada kuartal 4 tahun 2015. Lapangan Banyu Urip telah berada pada tingkat produksi plateau yang stabil dengan tingkat produksi lebih dari 220.000 barel per hari (bopd) selama 5 (lima) tahun. Tingkat produksi plateu ini jauh lebih tinggi dari rencana dalam PoD, yang sebelumnya diperkirakan produksi rata-rata sebesar 165 ribu bopd selama 2 (dua) tahun.

Hingga saat ini minyak mentah Blok Cepu telah dilakukan pengapalan sebanyak 700 kali. Lifting ke 700 dipimpin dan disaksikan secara langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pada Rabu, (9/6/2021). 

Upacara pengapalan dilakukan di kapal alir muat terapung/ floating storage and offloading (FSO) Gagak Rimang, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Upacara sederhana tersebut juga dihadiri oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas, Migas Dwi Soetjipto dan Dirjen Migas, Tutuka Ariadji, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, dan Kepala Kantor unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Brondong Capt. Faizal.

Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kinerja maksimal ExxonMobil Cepu Limited yang berhasil mengawal Blok Cepu sehingga melampaui target yang direncanakan.

“Pengapalan ke-700 dari Blok Cepu ini menjadi milestone penting bagi ketahanan energi Indonesia serta memberikan harapan bahwa potensi hulu migas Indonesia masih menjanjikan,” ucap Arifin.

Minyak mentah yang di-lifting merupakan hasil produksi dari Blok Cepu, yang dialirkan melalui pipa sepanjang 95 kilometer dari pusat fasilitas pemrosesan (central processing facility/CPF) di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro hingga Kecamatan Palang, Tuban. Minyak mentah kemudian ditampung di FSO Gagak Rimang di lepas pantai Tuban. Minyak kemudian dikirim ke VLCC Success Enterprise milik Pertamina, untuk selanjutnya diangkut ke STS Tuban untuk diolah di kilang Pertamina guna memenuhi kebutuhan energi nasional.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyampaikan, berdasarkan penilaian teknis, cadangan minyak Lapangan Banyu Urip telah meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 940 juta barel minyak dari 450 juta barel minyak saat final investment decision (FID). Meski demikian, seperti halnya karakteristik reservoir yang berlaku umum di seluruh dunia, tingkat produksi minyak dari Lapangan Banyu Urip itu kini sudah mulai menurun secara alamiah.

“Realisasi cadangan dan produksi Blok Cepu ini membuka kenyataan bahwa potensi cadangan migas di Indonesia masih menjanjikan. Saat ini SKK Migas terus mengawal ExxonMobil bersama para mitra Blok Cepu untuk mendiskusikan berbagai inisiatif untuk mengelola penurunan produksi yang mulai terjadi, termasuk menjajaki peluang-peluang baru di Blok Cepu,” kata Dwi melalui keterangan tertulisnya.

Volume minyak yang dilifting sebesar 1 juta barel. Terdiri dari 850 ribu barel bagian Pemerintah dan 150 ribu barel lainnya bagian dari Badan Kerja Sama Participating Interest (BKS PI) Blok Cepu.

Ketua Badan Kerja Sama (BKS) Blok Cepu, Hadi Ismoyo menambahkan, dari jatah 150.000 barel tersebut dibagi empat BUMD sesuai persentase yang sudah disepakati dalam pengelolaan PI 10% Blok Cepu. Yakni BUMD Bojonegoro, PT. Asri Dharma Sejahtera (ADS) mendapat 4,5%; BUMD Provinsi Jatim, PT. Petrogas Jatim Utama (PJU)  2,2%; BUMD Blora, PT Blora Patragas Hulu (BPH) 2,28 %; dan BUMD Provinsi Jateng, Sarana Patra Hulu Cepu (SPHC) 1,1%. 

"Minyak jatah BKS sudah tidak ekspor lagi. Tapi untuk kebutuhan domestik," ujar Hadi.

President ExxonMobil Indonesia Irtiza Sayyed mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan seluruh pemangku kepentingan sehingga mendukung keberhasilan operasi Blok Cepu yang aman, andal, dan efisien dengan memastikan langkah pencegahan dan mitigasi Covid-19 yang efektif. “Dengan dukungan pemerintah dan para mitra, kami terus memberikan kinerja keselamatan dan keandalan yang unggul hingga mencatatkan angka kecelakaan nihil tahun ini,” ucap Irtiza.

KKKS ExxonMobil Cepu Limited juga mendukung program ramah lingkungan yang diinisiasi pemerintah, melalui berbagai program pengembangan masyarakat bidang lingkungan. Beberapa program tersebut di antaranya penanaman 57.000 pohon pada lahan seluas lebih dari 235 hektar, pembangunan 223 reaktor biogas untuk hampir 1.000 anggota masyarakat, pembangunan dan pengelolaan 35 fasilitas air bersih untuk lebih dari 38.000 anggota masyarakat, serta pembentukan 5 program pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat yang memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan untuk lebih dari 1.300 anggota masyarakat.(suko)