Setelah Perpustakaan di Alun-alun, Pemkab Bojonegoro Bongkar Gedung PBG Bantuan EMCL
SUARABANYUURIP.COM | 15/06/2021 14:36
Setelah Perpustakaan di Alun-alun, Pemkab Bojonegoro Bongkar Gedung PBG Bantuan EMCL
Setelah Perpustakaan di Alun-alun, Pemkab Bojonegoro Bongkar Gedung PBG Bantuan EMCL

SuaraBanyuurip.com - d suko nugro

Bojonegoro - Gedung Pusat Belajar Guru (PBG) di Jalan Rajawali No 03 Bojonegoro, Jawa Timur dibongkar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat. Gedung untuk mencentak guru-guru profesional dengan fasilitas bantuan dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), operator Migas Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, itu dialihfungsikan untuk rumah dinas pegawai dan gudang barang bukti Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro.

Sebelumnya, Pemkab Bojonegoro juga telah membongkar Micro Library atau Perpustakaan Mini di tengah alun-alun setempat bantuan EMCL pada 2019. Kedua fasilitas yang dibongkar tersebut merupakan program tanggungjawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) EMCL.

Kepala Bidang Tata Bangunan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Bojonegoro, Beny Kurniawan menyampaikan, Gedung PBG di Jalan Rajawali dibongkar untuk pembangunan rumah dinas dan gedung barang bukti Kejari Bojonegoro. 

"Untuk PBG sudah dihapus. Di situ akan dipakai rumah dinas untuk Kasi Kejari dan gudang barang bukti," ujarnya ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/6/2021).

Dijelaskan, rumah dinas yang sedang dibangun di atas lahan seluas 1.000 meter persegi (M2) bekas Gedung PBG Bojonegoro itu sebanyak enam unit. Proyek ini menelan biaya Rp 3,2 Miliar dari APBD Bojonegoro tahun 2021. Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Nahendra Putra dari Kabupaten Sidoarjo, dan ditargetkan selesai pada akhir November. 

"Harapannya pekerjaannya selesai sesuai target," ucap Beny, panggilan akrabnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Bojonegoro, Lasiran menyampaikan pembongkaran tersebut tidak menganggu fungsi PBG Bojonegoro. Karena, kata dia, Bojonegoro memiliki enam PBG yang tersebar di kecamatan. Di antaranya di Kecamatan Trucuk, Malo, Ngraho, Kedungadem, dan Sumberrejo.

"Itu kan asetnya Pemkab. Dinas Pendidikan hanya sebagai pengguna. Jadi ketika Pemkab melalui BPKAD memandang perlu dan penting atas aset itu bisa disesuaikan dengan kebutuhan Pemkab. Dan, saya kira, alih fungsi ini sudah melalui kajian matang," jelas mantan Kepala SMPN 6 Bojonegoro ini.

Lasiran menambahkan, aset PBG Bojonegoro di Jalan Rajawali sekarang ini dititipkan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sekolah Model Terpadu (SMT). Hanya saja, dia tidak merinci apa saja asset dari bantuan EMCL tersebut.

"Sudah kita inventarisir. Kalau nanti misalnya ada sekolah yang butuh alat-alat laboratorium bisa kita pinjamkan," pungkasnya.

Untuk diketahui, Gedung PBG Bojonegoro di Jalan Rajawali diresmikan pada Jumat, 18 Juli 2014. Pembangunan Gedung PBG itu merupakan kerja sama antara Dinas Pendidikan Bojonegoro, Mobil Cepu Limited (MCL) sekarang menjadi EMCL, dan Yayasan Putra Sampoerna. Dalam kerja sama ini, 25 guru ahli yang sebelumnya mengikuti seleksi mendapat bekal pelatihan dan pendampingan dari Yayasan Putra Sampoerna dalam hal mendidik siswa.   

PBG memiliki sejumlah fasilitas ruang pertemuan, seminar, administrasi, laboratorium, perpustakaan, dan tekhnologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk meningkatkan kemampuan para guru dalam mengajar anak didik.(suko)