Pasien Corona di RSUD Bojonegoro Meningkat 300 Persen
SUARABANYUURIP.COM | 16/06/2021 17:36
Pasien Corona di RSUD Bojonegoro Meningkat 300 Persen
Pasien Corona di RSUD Bojonegoro Meningkat 300 Persen

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Jumlah pasien di gedung H Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sosodoro Djatikoesoema Bojonegoro, Jawa Timur naik tajam. Tak tanggung-tanggung, dalam seminggu terakhir jumlah pasien positif terpapar Covid-19 atau Corona yang dirawat di gedung isolasi mengalami peningkatan hingga 300 persen.

Tak pelak, hal tersebut membuat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro mengimbau kepada semua pihak agar saling bahu membahu lebih memperketat penerapan protokol kesehatan (Prokes), khususnya dalam pelaksanaan PPKM Mikro yang diperpanjang sejak 15 Juni 2021 hingga 28 Juni 2021.

Berkenaan peningkatan jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di ruang isolasi, Humas RSUD Sosodoro Djatikoesoema Bojonegoro, drg. Thomas Djaja mengungkapkan, bahwa telah terjadi peningkatan sebanyak 300 persen selama seminggu terakhir. Bahkan, disebutkan rata-rata dua pasien meninggal setiap harinya. Jumlah itu bukan hanya pasien asal Bojonegoro saja, namun juga mencakup pasien yang berasal dari kabupaten sekitar.

"Kenaikannya memang sangat drastis, kurang lebih 300 persen. Saat ini pasien masuk ke perawatan isolasi sebanyak 63 orang. Sedang jumlah pasien meninggal 1 sampai 2 orang setiap hari," kata drg. Thomas Djaja, kepada SuaraBanyuurip.com, Rabu (16/06/2021).

Dijelaskan, kapasitas ruang isolasi di gedung H sebanyak 105 bed (ranjang). Dengan adanya peningkatan jumlah pasien, kata drg. Thomas, maka tersisa 43 bed yang tersedia. Kendati daya tampung masih cukup, ia berharap angka pasien terpapar Covid-19 bisa ditekan.

"Tidak sampai overload, tapi kan tentunya kita berharap angka pasien yang dirawat itu bisa menurun. Makanya jangan lupa lebih disiplin prokes lagi, biar jumlah pasien bisa menurun," terangnya.

Terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bojonegoro, Masirin membenarkan, telah terjadi kenaikan jumlah pasien terpapar Covid-19 di Bojonegoro. Berkaitan itu, status zona juga berubah dari kuning menjadi orange ditetapkan sejak (15/06/2021) kemarin.

"Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri, pelaksanaan PPKM Mikro juga diperpanjang mulai tanggal 15 Juni 2021 sampai dengan 28 Juni 2021. Sebab itu, ya monggo kembali kita untuk bahu membahu memerangi Covid-19 dengan prokes yang ketat dimanapun," imbuhnya.(fin)