Tukar Guling TKD Banjarsari, Komisi A Bakal Panggil Pertamina EP Zona 11
SUARABANYUURIP.COM | 19/06/2021 19:06
Tukar Guling TKD Banjarsari, Komisi A Bakal Panggil Pertamina EP Zona 11
Tukar Guling TKD Banjarsari, Komisi A Bakal Panggil Pertamina EP Zona 11

SuaraBanyuurip.com - Arifin Jauhari

Bojonegoro - Rencana tukar guling Tanah Kas Desa (TKD) Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendapat sorotan dari Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

Pemakaian TKD antara Pemerintah Desa (Pemdes) Banjarsari dengan pihak Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) Zona 11 tersebut sedianya diperuntukan sebagai lahan sumur minyak dan gas bumi (Migas) Pad C Sukowati.

Berkaitan hal itu, komisi yang membidangi hukum dan pemerintahan tersebut bakal memanggil pihak perusahaan migas yang akan menggunakan dan terkait lainnya.

"Komisi A akan memanggil pihak perusahaan migas dan terkait lainnya. Karena sudah menggunakan aset desa. Perlu dipertimbangkan cara dan mekanismenya bagaimana. Jangan sampai nantinya dengan tukar guling malah merugikan Pemdes setempat," kata Anggota Komisi A DPRD Bojonegoro, Agung Handoyo, kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (19/06/2021).

Dijelaskan, TKD adalah kekayaan desa yang merupakan bagian dari salah satu aset desa. Pengelolaan aset desa diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 01 Tahun 2016 tentang pengelolaan aset desa.

"Permendagri No. 01. Tahun 2016 tentang pengelolaan aset desa tersebut yang harus dijadikan sebagai pedoman," tegas politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Diberitakan sebelumnya, Senior Officer Relations & CID Zona 11 Pertamina EP Cepu, Ahmad Setiadi menjelaskan, rencana pengembangan sumur baru Pad C Sukowati menggunakan TKD. Untuk TKD ini prosesnya tukar guling dan tetap berkoordinasi dengan pemerintah desa. Namun kepastian titik lokasi sumur baru belum pasti. Sosialisasi baru akan dilakukan ke warga terkait lokasi pengeboran minyak.

"Kepastian lokasi menunggu Pertamina EP Cepu Zona 11 sosialisasi ke warga. Sebab internal belum memutuskan terkait lokasi pengembangan sumur ini," katanya saat hearing dengan Komisi B DPRD Bojonegoro, Kamis (17/6/2021).

Dia mengatakan, akan segera sosialisasi ke warga atau pemegang kepentingan terkait pemilihan lokasi. Karena DPRD Bojonegoro juga meminta untuk segera sosialisasi lokasi eksplorasi.

"DPRD Bojonegoro juga sudah membantu sekali dari awal," ungkapnya.(fin)