Kualitas Beras BPNT Tuban Sesuai Standar
SUARABANYUURIP.COM | 23/07/2021 13:50
Kualitas Beras BPNT Tuban Sesuai Standar
Kualitas Beras BPNT Tuban Sesuai Standar

SuaraBanyuurip.com - Tuban – Kualitas komoditas pangan program Bantuan Sosial (Bansos) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Kementrian Sosial (Kemensos) di wilayah Kabupaten Tuban, Jatim memenuhi standar yang ditentukan. Hal itu membuktikan jika kinerja penyuplai bahan pangan untuk warga miskin tersebut, telah memenuhi kriteria premium yang disyaratkan pemerintah.

Sementara itu, untuk periode bulan Juli dan Agustus 2021 yang pembagiannya dilakukan bulan ini, di wilayah Bumi Ranggalawe terdapat 8.349 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) program BPNT. Jumlah ini terjadi penambahan, karena perbaikan data yang dilakukan Kemensos, dari periode sebelumnya sekitar 72.000 KPM.

“Kami Bersama tim telah melakukan ferivikasi dan menguji kualitas komoditas beras di beberapa kecamatan, hasilnya memenuhi standar beras premium yang disyaratkan pemerintah,” kata Sekretaris Dinas Sosial P3A (Dinsos) Tuban, SY Emanual, disela uji kualitas beras di Kantor Kecamatan Palang, Tuban, Jumat (23/07/2021).

Senada diungkapkan Kasat Binmas Polres Tuban AKP Ali Kantha saat ditemui di tempat sama. Ia katakan, pengujian kualitas beras, diantaranya dengan mengukur tingkat pecahan (broken), tak sekadar dengan melihat namun menggunakan peralatan khusus yang telah disiapkan. Hasilnya semuanya memenuhi standar.

“Contohnya di Kecamatan Palang, setelah diuji dengan alat khusus hasilnya pecahan dari butiran beras sebanyak 13,94 persen dari setiap satu ons. Sedangkan standar yang dipakai dari alat ukur kualitas tak boleh melebihi 15 persen,” kata Ali Kantha yang kala itu didampingi Kapolsek Palang AKP Simon.

Manu, begitu SY Emanuel akrab disapa, menambahkan, pihaknya telah menjaga kualitas bahan pangan dari Bansos BPNT. Ia pun puas dengan kinerja dari supplier dan agen dalam menjalankan tugasnya pada program yang dibiayai pemerintah pusat sebesar Rp200.000 per KPM tersebut.

Ia menyatakan, pencairan Bansos BPNT bulan Juli dan Agustus dijadikan satu di bulan Juli ini karena pemerintah mengambil kebijakan dalam membantu warga di tengah Pandemi Covid 19. Jika tidak ada perubahan, dijadwalkan oleh Kemensos untuk periode bulan September dan Oktober akan dilakukan pencairan pada bulan Agustus.

Sedangkan Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Palang, Sunardi, menyatakan, telah menjadi komitmen bersama dari stakeholder yang terkait dengan program BPNT di Palang untuk menjaga ketat kualitas komoditas dengan unsur karbohidrat 70 persen (beras premium 15 Kg). Sisanya 30 persen berupa protein hewani (telur), dan protein nabati (tahu atau tempe).

“Kami mengapresiasi kinerja dari supplier dan agen, kami berkomitmen menjaga program BPNT ini sukses tidak terjadi masalah di lapangan, dan tak sampai mengecewakan KPM,” ujar Sunardi secara terpisah.

Segendang seirama disampaikan Ketua Paguyuban Agen BPNT Palang Supriyanto, dan Ali Sohib dari pihak supplier. Dikatakan, menjaga kualitas dilakukan dengan pengawalan mulai dari proses penggilingan padi, pengepakan hingga disitribusi ke KPM melalui 23 agen yang tersebar di 18 desa dan satu kelurahan.

“Kesepakatan dari supplier dan agen untuk menjaga mutu bantuan pangan ini, sudah lama terjadi sehingga di Palang program BPNT sesuai dengan aturan dari pemerintah,” kata Ali Sohib di samping Supriyanto.

Sesuai data Pre Order (PO) yang dikirim melalui agen, penerima BPNT di wilayah Palang periode pencairan kali ini sebanyak 4.712 KPM. Jumlah ini menurun disbanding PO periode sebelumnya sebanyak 4.741 KPM.

Naik turunnya jumlah KPM di Tuban, tambah Manu, juga terjadi di daerah lain. Hal tersebut terjadi  karena perbaikan data penerima yang dilakukan Kemensos.

“Kalau pada periode pendistribusian kali ini di Kabupaten Tuban ada penambahan KPM bukan berarti ada penambahan jumlah warga miskin, namun karena terjadi perbaikan data yang dilakukan Kemensos,” pungkas Manu. (tbu)


BERITA TERKAIT