Empat Strategi Capai Target Produksi 1 Juta Barel Minyak di 2030
SUARABANYUURIP.COM | 28/07/2021 14:26
Empat Strategi Capai Target Produksi 1 Juta Barel Minyak di 2030
Empat Strategi Capai Target Produksi 1 Juta Barel Minyak di 2030

SuaraBanyuurip.com - Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyiapkan empat strategi utama yang perlu dilakukan dan diupayakan oleh seluruh pelaku industri hulu migas untuk mencapai target produksi 1 juta barel minyak bumi perhari dan 12.000 mmscf perhari ditahun 2030.

"Saya meminta agar SKK Migas dapat mengawal rencana strategis hulu migas, sehingga target produksi migas Indonesia ditahun 2030 tercapai," ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif pada sambutannya usai melantik Deputi Perencanaan SKK Migas Benny Lubiantara di Kantor Kementerian ESDM Selasa (27/7/2021), dalam keterangan tertulisnya.

Arifin menyampaikan empat strategi utama adalah pertama, mempertahankan level produksi saat ini melalui optimasi produksi pada lapangan eksisting. Melalui manajemen yang baik, pelaksanaan program kerja yang agresif, masif serta efektif dan efisien, transisi Wilayah Kerja alih kelola secara cepat dan efektif, serta reaktivasi lapangan tidak berproduksi, menjadi kunci untuk menahan laju penurunan produksi alamiah di berbagai lapangan migas dengan kondisi mature/brownfield," jelas Arifin. 

Upaya yang kedua, lanjutnya, melalui transformasi contingent resources menjadi produksi melalui pengawasan dan pengendalian yang baik terhadap pelaksanaan rencana pengembangan lapangan yang telah disetujui hingga percepatan monetisasi lapangan-lapangan yang belum dikembangkan. 

"Selain itu, diperlukan pula perhatian khusus untuk pengembangan migas non-konvensional di Indonesia," tambahnya. 

Ketiga, percepatan penerapan pemroduksian tahap lanjut baik secondary maupun tertiary recovery yang diharapkan untuk dapat memberikan kontribusi tambahan produksi minyak bumi nasional. 

"Untuk mewujudkan cita-cita di tahun 2030, maka beberapa proyek EOR harus segera direncananakan dan dieksekusi. Pemerintah juga mendorong KKKS untuk menjalin kerja sama strategis dengan pihak lain yang memiliki kompetensi dan pengalaman dalam pengembangan dan penerapan EOR," tutur Arifin. 

Upaya keempat adalah peningkatan dan percepatan eksplorasi. Hal tersebut menjadi strategi yang tidak kalah penting dalam upaya peningkatan produksi migas nasional. 

"Pemerintah akan senantiasa mendorong peningkatan kegiatan akuisisi dan kualitas data migas secara terintegrasi sehingga dapat menunjang kegiatan eksplorasi dan investasi hulu migas di Indonesia," tandas Arifin.

Selain itu, Pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti (KKP) di wilayah terbuka serta keterbukaan akses data hulu migas juga menjadi salah satu upaya kunci untuk meningkatkan kegiatan eksplorasi hulu migas di Indonesia.

Arifin juga meminta SKK Migas untuk terus melanjutkan perbaikan tata kelola hulu migas agar lebih efisien dan efektif, sehingga dapat mencapai target yang maksimal. Sebab tahun 2021 adalah tahun yang cukup menantang bagi industri minyak dan gas bumi (migas) di tengah pandemi Covid-19.

"Saya berharap tahun ini dapat menjadi tahun pembuktian ketangguhan industri hulu migas dalam mempertahankan produksi migas," pungkasnya.(suko) 

 


BERITA TERKAIT