Antisipasi Kekeringan, Pemkab Bojonegoro Bangun 8 Embung Baru
SUARABANYUURIP.COM | 05/08/2021 20:35
Antisipasi Kekeringan, Pemkab Bojonegoro Bangun 8 Embung Baru
Antisipasi Kekeringan, Pemkab Bojonegoro Bangun 8 Embung Baru

SuaraBanyuurip.com - Bojonegoro - Pemkab Bojonegoro melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumber Daya Air (SDA) Bojonegoro, Jawa Timur berencana menormalisasi dan membangun embung baru. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kekeringan di wilayah Bojonegoro selama kemarau.

Kepala Bidang Air Baku Irigasi Dinas PU SDA Bojonegoro, Bungku Susilowati menjelaskan, saat ini pelaksanaan pembangunan embung baru dan proses normalisasi tengah dikerjakan. Sebab, selama musim kemarau normalisasi beberapa embung di Bojonegoro sangat diperlukan.

"Karena beberapa embung kebanyakan mengalami pendangkalan. Nantinya, setelah dilaksanakan normalisasi diharapkan musim hujan bisa menampung air sebanyak-banyaknya," katanya, Kamis (5/8/2021).

Pembangunan dan normalisasi embung ditargetkan di 16 lokasi memiliki daya tampung 175.000 m3. Dari 16 lokasi tersebut, delapan pembangunan embung baru itu ada di Desa Purwosari Kecamatan Purwosari, Desa Bobol Kecamatan Sekar, Desa Bumiayu Kecamatan Baureno, Desa Sidobandung Kecamatan Balen, Desa Tondomulo Kecamatan Kedungadem, Desa Ngraseh Kecamatan Dander serta Desa Klino Kecamatan Sekar.

”Tujuh embung pekerjaan selesai 100 persen. Sedangkan Satu embung baru di Desa Sobontoro, Kecamatan Balen masih terus dikerjakan dengan proges 40 persen,” jelasnya.

Pembangunan embung baru itu, disesuaikan kebutuhan warga. Sebab, embung itu juga sebagai upaya untuk mengatasi kekurangan air warga saat musim kemarau.

Sedangkan untuk normaslisasi embung di empat lokasi yaitu, berada di Desa Purwosari, Kecamatan Purwosari, Desa Pungpungan Kecamtan Kalitidu, dan Desa Tondomulo Kecamatan Kedungadem.

”Tiga embung sudah selesai 100 persen. Sedangkan Satu embung di Desa Purworejo Kecamatan Padangan masih terus dikerjakan dengan proges 35 persen,” ungkapnya.

Untuk empat lokasi lainnya dalam proses persiapan berada di Desa Mojosari Kecamatan Kepohbaru dan Desa Teleng Kecamatan Sumberejo (pembangunan embung baru). Sedangkan Desa Kauman dan Desa Drajat Kecamatan Baureno dinormalisasi karena mengalami pendangkalan.

Untuk diketahui, sebagai upaya menjaga ketersediaan suplai air baku untuk kebutuhan irigasi atau pertanian di Kabupaten Bojonegoro, yang sekaligus untuk menjaga ketahanan pangan Dinas PU SDA telah membangun embung sebanyak 522 embung yang tersebar di 28 kecamatan di Kabupaten Bojonegoro.

Dari 522 embung tersebut, 141 embung menggunakan tanah milik solo valley, 357 embung menggunakan tanah kas desa (TKD), 18 embung menggunakan tanah Negara (TN), 4 embung menggunakan tanah asset milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, dan 2 embung menggunakan tanah milik Perhutani.(jk)


BERITA TERKAIT