Setelah Kembali Diprotes, 94 Warga Bandungrejo Direkrut Jadi Naker JTB
SUARABANYUURIP.COM | 19/08/2021 13:54
Setelah Kembali Diprotes, 94 Warga Bandungrejo Direkrut Jadi Naker JTB
Setelah Kembali Diprotes, 94 Warga Bandungrejo Direkrut Jadi Naker JTB

SuaraBanyuurip.com - Bojonegoro - Sejumlah pemuda yang tergabung di karang taruna Desa Bandungrejo, kembali melakukan aksi protes terhadap perusahaan yang terlibat di proyek Gas Processing Facility (GPF) Jambaran-Tung Biru (JTB) hingga berlanjut diskusi di Balai Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (19/08/2021).

Protes ini kembali terjadi lantaran hasil dari dua kali diskusi yang dilakukan beberapa waktu lalu tentang rekrutmen tenaga kerja (Naker) warga Bandungrejo sebanyak 94 orang tak kunjung ada kejelasannya.

Hadir dalam diskusi, Site Manager PT Rekind Zainal Arifin, perwakilan subkontraktor, Kades Bandungrejo Sapani dan perangkatnya, Muspika Ngasem, serta pihak keamanan terkait.

"Kami sudah jengkel, karena 94 warga Bandungrejo yang diajukan dan disepakati dalam dua kali diskusi beberapa waktu lalu tak ada kejelasan yang pasti. Jadi terpaksa aksi protes hingga berujung diskusi di Balai Desa Bandungrejo kembali dilakukan pemuda karang taruna," kata Agus salah satu warga setempat kepada SuaraBanyuurip.com disela-sela diskusi.

Kepala Desa (Kades) Bandungrejo, Sapani mengatakan, bahwa diskusi yang ketiga kalinya ini harus ada keputusan yang jelas dari 94 warga Bandungrejo untuk direkrut menjadi tenaga kerja di proyek JTB sesuai dengan keahliannya masing-masing. Agar tidak memunculkan gejolak sosial warga.

"Intinya yang 94 orang ini, hari ini harus ada keputusan yang jelas untuk direkrut jadi naker JTB. Karena datanya sudah masuk di pertemuan kemarin lalu. Sedangkan sisanya yang baru diusulkan sekira empat orang segera diikutkan untuk diproses juga," ujar Kades Sapani.

Menanggapi hal tersebut, Site Manager PT Rekind Zainal Arifin, langsung meminta Subkontraktor yang hadir untuk menyampaikan kesanggupannya merekrut warga Bandungrejo. Dan akhirnya dari 94 warga Bandungrejo langsung bisa diputuskan untuk direkrut menjadi naker JTB sesuai keahliannya masing-masing.

"Karena butuh proses, saya harap semua bersabar. Namun minggu depan minimal harus sudah klir, dan maksimal akhir bulan Agustus sudah selesai semua proses rekrutmennya. Sedangkan empat orang tabahan baru biar juga diproses oleh subkontraktor," ujar Zainal Arifin.

Sementara Kepala Dusun (Kasun) Bandung, H. Wanuri menyampaikan, kesepakatan bersama diskusi ini harus dituangkan dalam bentuk berita acara, dan ditandatangani oleh semua pihak terkait. Sehingga nantinya ada bukti tertulis tidak hanya lisan saja.

"Kalau ada bukti tertulis kan lebih jelas komitmennya," sambung Mbah Wanuri, sapaan akrabnya.(sam)

 


BERITA TERKAIT