Asisten Perhutani Clangap : Selama Perizinan Lengkap Perhutani Dukung Proyek Jargas
SUARABANYUURIP.COM | 27/08/2021 15:28
Asisten Perhutani Clangap : Selama Perizinan Lengkap Perhutani Dukung Proyek Jargas
Asper Clangap Lugianto : Selama Perizinan Lengkap Perhutani Dukung Proyek Jargas

SuaraBanyuurip.com - Bojonegoro - Perhutani Bojonegoro, Jawa Timur, mendukung adanya proyek pemasangan pipa jaringan gas bumi (Jargas) yang akan melintasi wilayah hutan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bojonegoro hingga ke wilayah desa sekitar proyek Gas Processing Facility (GPF) Jambaran-Tung Biru (JTB). Selama semua perizinan telah dipenuhi atau dilengkapi oleh kontraktor pelaksana.

Dimana pipa Jargas yang dikerjakan PT Hutama Karya (HK) tersebut bakal melintasi wilayah hutan Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Gledegan di Desa Mojodelik, Kecamatan Gayam hingga wilayah hutan RPH Sawit Rejo di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem.

Kemudian dari wilayah Desa Gayam, Kecamatan Gayam ke Desa Jelu, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, di wilayah hutan RPH Prajekan, yang semuanya masuk wilayah hutan Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Clangap, KPH Bojonegoro.

"Mengingat proyek Jargas ini nantinya kan untuk masyarakat, tentu kami mendukung adanya pemasangan pipa Jargas yang akan melewati hutan wilayah BKPH Clangap, KPH Bojonegoro. Selama perizinannya sudah lengkap. Utamanya dari Kementerian Kehutanan," kata Asisten Perhutani (Asper) Kepala Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (KBKPH) Clangap, Lugianto, kepada SuaraBanyuurip.com, Jum'at (27/08/2021).

Dijelaskan adanya survei lokasi yang dilakukan PT Hutama Karya (HK) dengan Perhutani dan terkait sejak Kamis (26/08) kemarin untuk memetakan jalur dan batas hutan yang nantinya akan dilintasi pemasangan pipa Jargas hingga desa sekitar lokasi proyek JTB.

"Survei itu untuk metakan batas hutan dan jalur yang akan dilintasi pipa Jargas. Sehingga dalam pemasangannya berjalan lancar tidak menggangu lainnya," ucapnya.

Disinggung berapa panjang lokasi hutan dan masuk petak mana saja yang akan terlintasi pipa Jargas. Lugianto belum memberikan penjelasan secara riil. Karena hingga saat ini survei lokasi masih berlangsung.

"Sampai hari ini kita masih melakukan survei lokasinya. Untuk data lengkapnya, nanti saja ya kalau sudah selesai survei," pungkasnya.(sam)