Pemdes Mojodelik Sebut Flare Banyu Urip Membesar Ganggu Masyarakat
SUARABANYUURIP.COM | 16/09/2021 16:50
Pemdes Mojodelik Sebut Flare Banyu Urip Membesar Ganggu Masyarakat
Pemdes Mojodelik Sebut Flare Banyu Urip Membesar Ganggu Masyarakat

SuaraBanyuurip.com - Bojonegoro - Pemerintah Desa (Pemdes) Mojodelik, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mengungkapkan, bahwa pembesaran flaring ladang Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, disertai suara gemuruh sangat menggangu warga masyarakat Mojodelik. Besarnya flare tersebut terjadi sejak Jumat (10/09/2021) hingga hari ini, Kamis (16/09/2021).

"Flare membesar dan suara gemuruh tentu sangat menggangu masyarakat saya. Api flare mulai membesar sejak tanggal 10 sampai sekarang ini," kata Kepala Desa (Kades) Mojodelik, Hj Yuntik Rahayu, kepada SuaraBanyuurip.com.

Disinggung apakah pihak operator Blok Cepu ExxonMobile Cepu Limited (EMCL) sudah berkoordinasi dengan Pemdes Mojodelik. Yuntik mengaku, sudah ada perwakilan EMCL yang berkoordinasi. Namun hanya sebatas menyampaikan bahwa mau ada perbaikan, dan kemungkinan api flare tidak seperti biasanya.

"Jadi hanya sebatas penyampaian itu saja, tidak ada penyampaian sesuatu hal yang diberikan kepada masyarakat saya yang terganggu akibat dampak dari pembesaran api flare dan suara gemuruh atau bising itu. Tentunya sebagai rasa kemanusiaan dan kepedulian antar sesama," ucapnya.

Kades Mojodelik dua periode ini menjelaskan, bahwa pihaknya sudah mengirimkan pengaduan ke kecamatan yang selanjutnya pihak Kecamatan Gayam meneruskan ke Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

"Terkait hal itu, saya sudah mengadukan ke Kecamatan Gayam, kemudian surat pengaduan ke Pemkab Bojonegoro dan DLH pihak Kecamatan Gayam yang membuatkan, Mas," imbuhnya.

Yuntik berharap, agar pihak perusahaan dan terkait memperhatikan warga sekitarnya, khususnya warga masyarakat Mojodelik yang merupakan penerima dampak langsung.

"Kalau ada dana bagi hasil (DBH) Migas, semua ikut merasakan, tapi dampaknya tentu warga yang dekat lokasi yang merasakan langsung. Jadi perlu diperhatikan jangan lantas disamakan dengan yang diluar lokasi," tegasnya.

Sementara Juru Bicara dan Humas EMCL, Rexy Mawardijaya, dikonfirmasi terkait hal tersebut melalui pesan WhatsApp, hingga berita ini diturunkan belum memberikan jawaban.(sam)