DLH Sebut Kebocoran Minyak Mentah Pertamina Bojonegoro Berpotensi Rusak Lingkungan
SUARABANYUURIP.COM | 21/09/2021 07:36
DLH Sebut Kebocoran Minyak Mentah Pertamina Bojonegoro Berpotensi Rusak Lingkungan
DLH Sebut Kebocoran Minyak Mentah Pertamina Berpotensi Rusak Lingkungan

SuaraBanyuurip.com - Bojonegoro - Dinas Lingkungan Hidup (DLH)
Bojonegoro menyebutkan, kebocoran minyak mentah di jaringan pipa distribusi distrik kawengan milik Pertamina, dari lapangan minyak di Desa Banyuurip, menuju ke MOS Menggung Cepu, turut Dusun Ngelo, Desa Tambakromo, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan.

Kepala Seksi (Kasi) Pengendalian Pencemaran Air, Tanah dan Udara DLH Bojonegoro, Tuti Prangmiatun mengatakan, fluida (segala zat yang dapat mengalir) minyak mentah atau lantung mempunyai kompisisi zat yang berbahaya bagi lingkungan hidup.

"Secara umum, kebocoran minyak mentah mempunyai dampak yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan," katanya kepada SuaraBanyuurip.com, Senin (20/09/2021).

Kendati, lanjut Tuti, untuk menentukan seberapa besar dan kecilnya dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan harus terukur secara ilmiah melalui uji laboratorium.

Disebutkan, sejumlah komponen minyak mentah merupakan zat yang bisa menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan. Seperti sulfida terlarut, hydrocarbon, amoniak, dan H2S.

"Misal tanaman jagung kena itu ya lama-lama bisa mati," terang perempuan lulusan Institut Pertanian Bogor (IPB) itu.

Menurut Tuti, jika prosedur tetap (Protap) teknis sudah dilakukan oleh Pertamina, pihaknya menilai sebetulnya cukup aman untuk lingkungannya. Pihaknnya akan segera melakukan kroscek ke lokasi, namun menunggu surat masuk dari Pertamina.

"Nanti kalau surat dari Pertamina sudah masuk akan kami kroscek ke lapangan. Apakah sudah bersih dan aman untuk lingkungan atau belum. Jika belum nanti ada tindakan selanjutnya," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, pipa minyak milik Pertamina terletak turut Dusun Ngelo, Desa Tambakromo, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, bocor sejak Sabtu (18/09/2021) sekitar pukul 16.00 Wib. Bocornya pipa minyak tersebut diduga ada keretakan las sambungan pipa.

"Tadi pas saya lihat dilokasi, kabarnya diduga ada keretakan pipa pada sambungan lasnya. Sampai sekarang masih ditangani tim Pertamina, sambil menunggu perbaikan pipa. Untuk kondisi lokasi kebocoran pipa minyak aman," ucap Widodo yang berdomisili di Dusun Ngelo.

Hingga petang, petugas dari Pertamina EP Field Cepu melakukan penanganan kebocoran pipa. Proses pembersihan minyak di dalam pipa didorong dengan air asin dari lapangan Kawengan. Lalu minyak bercampuran air itu dialirkan dalam satu lubang tanah.

"Di lapangan semua tim terkait telah diterjunkan untuk menanggulangi kejadian, Insya Allah semua bisa ditangani," ujar Senior Officer Relations & CID Pertamina EP Cepu Zona 11, Ahmad Setiadi, kepada SuaraBanyuurip.com, Minggu (19/09/2021).

Seluruh tim turun dalam proses pembersihan. Mengingat, minyak langsung mengalir di sungai Desa Tambakromo. Sesaat setelah terindikasi adanya pipa bocor, dilakukan penghentian pemompaan dan penutupan block valve di dekat lokasi kejadian, sehingga aliran fluida seketika dapat dihentikan.

Untuk mengamankan area kejadian, Tim Pertamina EP Cepu Field melakukan pemasangan safety line dan penyekatan sungai.(fin)

 


BERITA TERKAIT