Pencairan CSR Pertamina di Desa Campurejo Masih Tahap Penagihan
SUARABANYUURIP.COM | 29/09/2021 11:30
Pencairan CSR Pertamina di Desa Campurejo Masih Tahap Penagihan
Pencairan CSR Pertamina di Desa Campurejo Masih Tahap Penagihan

SuaraBanyuurip.com - Bojonegoro - Dana corporate social responsibility (CSR) tahun 2021 Desa Campurejo, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur sebesar Rp 126 juta hingga kini belum cair. Namun, Pertamina EP Cepu Zona 11 mengeklaim CSR untuk pendidikan tersebut masih tahap penagihan.

Kepala Desa Campurejo Edi Sampurno mengatakan, sudah melakukan sinkronisasi dengan Pertamina mengenai kesepakatan CSR untuk pembangunan lembaga pendidikan. Namun, hingga saat ini CSR sebesar Rp 126 juta untuk tahun 2021 ini belum cair.

"Sistem pemberdayaan harusnya modal berada di depan bukan sebaliknya atau kerja dulu," jelasnya, Selasa (28/9/2021).

Dia menjelaskan, hingga kini CSR belum juga dicairkan padahal pembangunan lembaga pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Mambaul Ulum untuk tahun ini sudah berlangsung awal Juni lalu. Sehingga, untuk saat ini pembangunan MI dihentikan karena Pemerintah Desa (Pemdes) Campurejo memiliki hutang yang belum terbayarkan.

"Dari pembangunan MI tersebut, kini memiliki hutang total sebesar Rp 45 juta yang belum terbayarkan. Dan pembangunan saat ini dihentikan," jelasnya.

Sementara itu, Senior Officer Relations & CID Pertamina EP Cepu Zona 11 Ahmad Setiadi mengatakan, telah memberikan bantuan setiap tahunnya mulai dari Pertamina EP Sukowati yang sebelumnya JOB PPEJ. Namun, CSR termin kedua ini masih proses pembayaran melalui Pertamina EP Cepu Zona 11 dan tahap penagihan.

"Surat kerjasama untuk pembangunan lembaga pendidikan tahun ini sudah diterima," katanya.

Untuk proses pembayaran, kata dia, tiga termin yakni termin pertama 21 persen, termin kedua 40 persen, dan termin ketiga 39 persen. Namun, Pemdes Campurejo melakukan penagihan di termin kedua.

"Karena proses pembayaran melalui Zona 11 dan bertahap. Dan untuk jumlah besaran CSR itu sesuai mapping di lapangan apa yang dibutuhkan desa atau masyarakat," katanya.(jk)


BERITA TERKAIT