Proyek Pembangunan Jalan Bandara Ngloram Molor
SUARABANYUURIP.COM | 12/10/2021 14:56
Proyek Pembangunan Jalan Bandara Ngloram Molor
Proyek Pembangunan Jalan Bandara Ngloram Molor

SuaraBanyuurip.com - Blora - Proyek pembanguanan jalan Bandara Ngloram di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah tak seusai target. Proyek dari Kementerian Perhubungan dengan anggaran Rp 15 miliar ini sesuai kontrak pekerjaannya ditarget selesai pada 23 September 2021.

Proyek ini dimulai pada 2 Juni 2021, dengan nomor kontrak 001/PPK-NCP/VI/2021. Pelaksana pekerjaan adalah PT Bagas Pratala Manunggal dengan Konsultan pengawas dari CV Cahaya Konsultan.

Proyek pembangunan Jalan Bandara Ngloram ini meliputi pekerjaan pembuatan jalan masuk, jalan lingkungan, dan service road volume dalam satu paket. Anggarannya bersumber dari APBN 2021 dengan masa kegiatan selama 120 hari.

Penanggung jawab pelaksana proyek dari PT Bagas Pratala Manunggal, Lintang saat dikonfirmasi terkait keterlambatan penyelesaian pekerjaaan tidak menjawab. Sejumlah pertanyaan yang dikirimkan suarabanyuurip melalui pesan WhatsApp, Selasa (12/10/2021), tentang progres dan alasan keterlambatan pekrjaan, tidak dibalas hingga berita ini diterbitkan.

Begitu juga konsultan pengawas dari CV Cahaya Konsultan, Utomo, juga tidak memberikan jawaban ketika dikonfirmasi.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bandara Ngloram, Ariadi Widiawan membenarkan adanya keterlambatan pekerjaan pembangunan jalan bandara. Sesuai kontrak, apabila pelaksanaan pekerjaan mengalami keterlambatan, maka pelaksana dikenakan denda.

Sekarang ini, kata Ariadi, pekerjaan mencapai 85 persen. Tinggal menunggu pengaspalan. Pelaksana pekerjaan diminta segera melakukan pengaspalan jalan.

"Ya kalau melebihi jadwal dikenakan denda sesuai kontrak. 1 per 1.000 dari pekerjaan yang belum dilaksanakan," ungkapnya.

Menurut Ariadi tidak ada pengajuan perpanjangan masa kontrak pekrjaan dari pelaksana pekerjaan. Tidak ada target selama penyelesaian dalam masa keterlambatan pekerjaan.

"Lebih cepat lebih bagus nggak bertele tele," tandasnya.

Ariadi menjelaskan penyebab keterlambatan pembangunan jalan masuk Bandara Ngloram karena lambatnya pelaksana dalam berkerja. Namun demikian, tidak ada dampak kerugian dari terlambatnya pekerjaan ini.

"Kerugian material tidak ada dan waktu penyelesaian masih ada," pungkasnya.(ams)

 


BERITA TERKAIT