Panen Raya, Harga Tembakau di Bojonegoro Turun hingga Rp 22 Ribu Perkilogram
SUARABANYUURIP.COM | 14/10/2021 08:22
Panen Raya, Harga Tembakau di Bojonegoro Turun hingga Rp 22 Ribu Perkilogram
Panen Raya, Harga Tembakau di Bojonegoro Turun hingga Rp 22 Ribu Perkilogram

SuaraBanyuurip.com -  Bojonegoro - Kualitas panen tembakau di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menurun karena pengaruh hujan. Akibatnya keuntungan para petani tembakau berkurang dan harga jual ikut turun.

"Hujan terjadi beberapa kali terutama di wilayah timur seperti di Kecamatan Kedungadem, Sumberrejo, dan Kepohbaru," kata Imam Nurhamid Kabid Pangan Holtikultura dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro.

Dia mengatakan, Oktober ini sudah memasuki panen raya dan rata-rata para petani sudah memanen tembakaunya yakni tengahan. Di Bojonegoro petani di 22 kecamatan menanam tembakau dengan luas areal tanam tembakau 10.371 hektare di seluruh kecamatan di Bojonegoro.

Namun, menurut data di lapangan harga jual tembakau mengalami penurunan. Yakni yang sebelumnya Rp 27 ribu per kilogramnya kini menjadi Rp 22 ribu per kg. Hal ini menyebabkan keuntungan para petani berkurang meski tidak mengalami kerugian cukup besar.

"Petani tidak rugi karena harga tembakau tidak turun drastis. Hanya saja keuntungan dari panen tembakau berkurang," jelasnya, Rabu (13/10/2021).

Dia meminta, para petani tidak memanen tembakaunya lebih awal karena mempengaruhi kualitas dan kondisi cuaca tak menentu. Juga, jangan terpengaruh oleh iming-iming tengkulak dengan harga mahal.

"Tentu kalau memanen harus diusia tua agar kualitas bagus dan harga stabil," tambahnya.(jk)


BERITA TERKAIT