Petani Blok Cepu Panen Padi Hasil Tanam Musim Kemarau
SUARABANYUURIP.COM | 24/10/2021 11:57
Petani Blok Cepu Panen Padi Hasil Tanam Musim Kemarau
Petani Blok Cepu Panen Padi Hasil Tanam Musim Kemarau

SuaraBanyuurip.com - Bojonegoro - Petani sekitar Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mulai memasuki musim panen padi. Panen kali ini merupakan hasil tanam musim kemarau atau musim tanam (MT) III tahun 2021. Harga padi kering sawah (HKS) sekarang ini Rp 4.500/kg atau lebih tinggi dibanding MT II.

Lahan pertanian di wilayah Kecamatan Gayam seluas  3.040 hektar (Ha) yang tersebar di 12 desa. Dari jumlah itu sekitar 2 ribuan Ha yang ditanami padi pada musim tanam ke III. Rata-rata hasil produksi padi mencapai 7-8 ton/Ha.

"Kalau di Begadon sini rata-rata per hektarnya bisa 8 ton," ujar Narto, petani setempat kepada suarabanyuurip.com, Minggu (24/10/2021).

Narto menjelaskan harga padi pada musim tanam ke III tahun ini lebih tinggi dibanding musim tanam ke II. Untuk harga kering sawah (HKS) Rp4.500, sedangkan MT II rata-rata Rp Rp 3.500/Kg.

"Harga ini sudah bersih. Biaya operasi combi mulai motong, mbangkel, dan karung sak semua ditanggung tengkulak," ungkapnya.

Petani di wilayah Kecamatan Gayam mulai menanam padi pada Juni 2021 lalu, saat memasuki musim kemarau. Mereka mengandalkan pengairan dari Sungai Bengawan Solo dan sumur bor.

"Rata-rata lahan di sini tanami padi tiga kali dalam setahun," ucap Narto.

Senada disampaikan Fatkhur Rohman, petani Desa Ringintunggal, Kecamatan Gayam. Ia mengungkapkan, mayoritas petani Ringintunggal menanam padi tiga kali dalam setahun. Lahan yang ditanami padi seluas 160 ha, dari total lahan pertanian luas 194 ha.

"Kalau petani di sini rata-rata mengandalkan sumur bor. Hanya sebagian kecil yang dari Bengawan Solo," ujat Fatkhur dikonfirmasi terpisah.

Pengurus Koperasi Pengembangan Agribisnis (KPA) Makmur Sejahtera Bersama Desa Katur, yang menaungi 14 kelompok tani dari 12 desa di Kecamatan Gayam dan 2 desa di Kecamatan Kalitidu ini menuturkan, harga padi pada musim kemarau atau MT III ini lebih tinggi dibanding saat musim penghujan. Sehingga banyak petani yang memilih tetap menanam padi padi musim kemarau.

"Kalau musim penghujan kadar air tinggi, sehingga harganya biasanya rendah," jelasnya.

Produksi padi di Desa Ringintunggal, tambah Fatkhur, rata-rata 7 sampai 8 ton/ha. Dengan HKS Rp 4.500/kg.

"Sebagian besar petani memilih menjual langsung di sawah," pungkasnya.

Dari pantauan suarabanyuurip.com, petani di wilayah Kecamatan Gayam yang mulai memasuki panen padi di antaranya tersebar di Desa Begadon, Bonorejo, Brabowan, Beged, Manukan, Sudu, Cengungklung, Ngraho, Katur, Ringintunggal, dan sebagain Desa Gayam.

Lahan pertanian di wilayah Gayam ini mengalami penyusutan akibat alih fungsi lahan untuk pembangunan fasilitas pemrosesan minyak mentah Lapangan Banyu Urip dan pendukung lainnya. Luasnya mencapai sekitar 600 ha.(suko)






BERITA TERKAIT