Sekwan Bojonegoro Habiskan Anggaran Perdin Rp 260 Juta Selama Pandemi
SUARABANYUURIP.COM | 15/11/2021 09:04
Sekwan Bojonegoro Habiskan Anggaran Perdin Rp 260 Juta Selama Pandemi
Sekwan Bojonegoro Habiskan Anggaran Perdin Rp260 Juta Selama Pandemi

SuaraBanyuurip.com - Bojonegoro - Perjalanan Dinas (Perdin) Sekretaris Dewan (Sekwan) Bojonegoro, Jawa Timur, Edi Susanto ke luar dan dalam daerah selama Pandemi Covid-19 menghabiskan anggaran Rp 260.366.950. Jumlah tersebut terhitung sejak Desember 2019 - Desember 2020. Bupati Anna Mu'awanah dikabarkan akan memanggil Sekwan untuk meminta rekapitulasi perdin pimpinan DPRD selama pandemi.

Berdasarkan rekapitulasi data yang dirilis GusRis Foundantion, Edi Susanto melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke luar daerah selama tiga hari pada November 2019 dengan serapan anggaran Rp10 060 000.

Kemudian pada awal tahun 2020 (Januari), Edy melakukan kunker ke luar daerah dua kali selama enam hari dengan serapan anggaran masing-masing Rp9.742.700 dan Rp9.945.200. Selain itu juga melakukan perjalanan dinas dalam daerah dua kali pada 30 dan 31 Januari dengan serapan anggaran masing-masing sebesar Rp 600.000.

Pada Februari, mantan Kepala Satpol PP Bojonegoro - Edi Susanto- melakukan perjalanan dinas ke luar daerah selama dua kali selama lima hari dengan serapan anggaran masing-masing Rp9.603.000 dan Rp8.511.800.

Di bulan Maret, Edi melaksanakan kunker dua kali ke luar daerah dengan anggaran masing-masing sebesar Rp7.273.000 dan Rp10.703.150. Kemudian kunker di dalam daerah dua kali pada April dengan anggaran masing-masing Rp600.000.

Selanjutnya di bulan Mei, Edi melakukan perjalanan dinas di dalam daerah selama tiga kali dengan total serapan anggaran Rp1.800.000. Dan, sekali melakukan kunjungan ke luar daerah di bulan Juni selama empat hari dengan anggaran Rp7.073.000, serta tiga kali melakukan perjalanan dinas dalam daerah pada 25, 26, dan 29 Juni dengan total anggaran Rp1.800.000.

Sementara pada bulan Juli, Edi melakukan kunker ke luar daerah sebanyak tiga kali selama 10 hari dengan serapan anggaran sebesar Rp19.832.000. Di bulan Agustus, kunker ke luar daerah dilakukan empat kali selama 12 hari dengan anggaran Rp31.435.000.

Edi kembali melakukan kunker ke luar daerah sebanyak empat kali selama 12 hari pada bulan September dengan total anggaran perjalanan dinas sebesar Rp30.763.000. Di bulan Oktober, lima kali melakukan kunker ke luar daerah selama 15 hari dengan total anggaran Rp34.223.000, dan sekali melakukan perjalanan dalam daerah dengan anggaran Rp600.000.

Pada bulan Nopember, mantan Kepala Dinas Pengairan Bojonegoro-Edi Susanto- itu melakukan kunjungan ke luar daerah selama lima kali selama 15 hari dengan serapan anggaran perjalanan dinas sebesar Rp37.571.000. Dan perjalanan dalam daerah dua kali dengan anggaran Rp1.200.000.

Di bulan Desember, Edi menyerap anggaran perdin sebesar Rp31.404.100 untuk empat kali kunker ke luar daerah selama 12 hari kerja.

"Ini janggal. Intensitas kunker sekwan ke luar daerah tinggi, padahal saat itu masa pandemi. Ada pembatasan bagi pejabat untuk berpergian ke luar daerah," tegas pendiri GusRis Foundantion, Agus Susanto Rismanto kepada suarabanyuurip.com, Minggu (14/11/2021).

Menurut dia, perdin yang dilakukan tidak sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 113/PMK.05/2012. Sebab, didasarkan pada keputusan internal melalui jadwal badan musyawarah (Banmus) yang dibikin sendiri.

"Perdin itu sifatnya insidental, jika ada keharusan, undangan dan sebagainya. Tapi kalau di DPRD Bojonegoro ini perdin sudah menjadi belanja rutin," beber Gus Ris, panggilan akrabnya.

Sementara itu, Sekwan Bojonegoro, Edi Susanto belum memberikan tanggapan ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com terkait serapan perdin. Begitu juga ketika ditanya kabar terkait dirinya akan dipanggil bupati, Senin (15/11/2021). Pesan WhatsApp (WA) yang dikirim Minggu (14/11/2021), pukul 18.16 Wib, tidak direspon hingga berita diterbitkan.(suko)


BERITA TERKAIT