Hingga Oktober 2021, Sebanyak 52 Pekerja di Bojonegoro Bersengketa dengan Pengusaha
SUARABANYUURIP.COM | 20/11/2021 13:00
Hingga Oktober 2021, Sebanyak 52 Pekerja di Bojonegoro Bersengketa dengan Pengusaha
Hingga Oktober 2021, Sebanyak 52 Pekerja di Bojonegoro Bersengketa dengan Pengusaha

SuaraBanyuurip.com - Bojonegoro - Kasus perselisihan antara pekerja dan pengusaha banyak ditemui di perusahaan sektor minyak gas dan bumi (migas) di Bojonegoro. Tahun ini, mulai Januari hingga Oktober, sebanyak 52 pekerja bersengketa dengan perusahaan terutama mengenai besaran upah minimum.

"Ada 6 perselisihan hak antara pekerja dan perusahaan yang masuk mediasi di Disperinaker Bojonegoro. Rinciannya 3 di proyek Jambaram Tiung Biru (JTB) dan lainnya non migas," kata Rafiudin Fatoni Kasi Hubungan Industrial Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro.

Namun, kebanyakan perselisihan hak ini sudah selesai di Bipartit yakni musyawarah untuk mencapai mufakat secara kekeluargaan dan keterbukaan. Rata-rata, kata dia, perselisihan hak ini karena besaran upah yang diterima tidak sama.

Ia mencontohkan, ada salah satu pekerja yang pindah dari perusahaan ke perusahaan lain di sektor proyek migas. Ternyata, pekerja tersebut menerima upah yang tidak sama seperti di perusahaan sebelumnya.

"Rata-rata karena besaran upah dan kedua terkait PHK. Akhirnya Disperinaker mengambil jalan tengah mediasi meminta PT tersebut untuk menaikan upah. Meski kebanyakan selesai di Bipartit," katanya, Jumat (19/11/2021).

Ada sebanyak 20 Bipartit di tahun lalu. Sementara, untuk tahun ini sekitar 12 Bipartit yang telah terselesaikan. Artinya, lanjut dia, Bipartit ini belum sampai melapor ke Disperinaker sudah selesai.

"Untuk di luar mediasi kami damaikan di Bipartit. Dan Bipartit ini terjadi di pekerjaan koperasi dan sales. Jumlah keseluruhan terkait perselisihan hak ada 52 pekerja," jelasnya.

Dia menambahkan, untuk perselisihan ini terjadi bukan hanya di sektor migas saja. Namun, terjadi di seluruh perusahaan di Bojonegoro.(jk)


BERITA TERKAIT