Warga di Bojonegoro Belum Dapat Sosialisasi Terkait Keamanan Jargas
SUARABANYUURIP.COM | 07/12/2021 13:04
Warga di Bojonegoro Belum Dapat Sosialisasi Terkait Keamanan Jargas
Warga di Bojonegoro Belum Dapat Sosialisasi Terkait Keamanan Jargas

SuaraBanyuurip.com -  Bojonegoro - Pemasangan jaringan gas (jargas) telah dimulai semenjak Mei 2021 lalu. Namun, sejumlah warga di Kota Bojonegoro, Jawa Timur belum mendapat sosialisasi terkait keamanan dan manfaat jargas.

Salah satu warga Desa Sukorejo Yuvita Mayangsari mengatakan, pemasangan meteran jargas telah berjalan awal November lalu. Namun, belum ada sosialisasi terkait jargas dari petugas.

"Warga mengetahui jargas dari berbagai literatur. Harapannya karena meteran sudah terpasang jargas segera dapat difungsikan dan dinikmati," jelasnya

Warga Kelurahan Klangon Siti Komariah mengatakan, belum ada sosialisasi terkait proses pembayaran maupun keamanan jargas tersebut. Informasinya seperti pembayaran listrik pada umumnya.

"Meski begitu kami belum mengetahui berapa besaran nominalnya," kata Siti, Senin (6/12/2021).

Dia mengungkapkan, masih khawatir dengan adanya pemasangan jargas pengganti elpiji ini. Sebab, sambungan pipa yang ditanam dalam tanah juga dipasang didinding yang nantinya dialiri gas.

"Kadang sebagai warga juga sempat mikir jika terjadi kebocoran. Apakah akan berdampak langsung misal seperti rumah terbakar atau bagaimana karena belum ada sosialisasi lebih lanjut," jelasnya.

Sementara itu, Anan Dwi Sutrisno Hubungan Masyarakat (Humas) PT Hutama Karya (HK) mengatakan, untuk sosialisasi ke masyarakat belum dilakukan karena situasi masih pandemi dan PPKM di awal project.

"Namun kami melakukan sosialisasi langsung pada saat pekerjaan di lapangan. Dan untuk sistem pembayaran kami belum bisa jawab karena itu operator yang akan sosialisasi," jelasnya.

Dia menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya pemasangan jargas karena ada MRS, RS, ESDV dan Tim PGN yang memonitoring. Sehingga, akan aman karena sudah dilengkapi peralatan canggih.

Anan melanjutkan, jika terjadi penurunan tekanan gas meski hanya sedikit akan bisa ketahuan. Sebab, pengontrol tekanan atau pressur yang sudah automatic jika terjadi kebocoran dan tekanan turun akan otomatis menutup di MRS atau RS.

"Jadi sangat aman dengan peralatan sudah canggih itu. Karena di ESDV ada pengaturan rendah (low-low) dan tekanan tinggi (high-high). Juga sudah automatic shutdown apabila ada kendala," tambahnya.(jk)


BERITA TERKAIT