41.460 Ton Pupuk Bersubsidi di Bojonegoro Belum Tersalurkan
SUARABANYUURIP.COM | 28/12/2021 08:10
41.460 Ton Pupuk Bersubsidi di Bojonegoro Belum Tersalurkan
41.460 Ton Pupuk Bersubsidi di Bojonegoro Belum Tersalurkan

SuaraBanyuurip.com -  Bojonegoro - Penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur hingga November 2021 mencapai 119.596 ton. Jumlah itu masih belum memenuhi target sebanyak 161.056 ton, atau  41.460 ton masih ngendon atau belum tersalurkan.

Kepala Bidang Sarana Prasarana (Sarpras) Dinas pertanian (Disperta) Bojonegoro Tatik Kasiati mengatakan, penerima manfaat pupuk bersubsidi adalah petani kecil dengan luas garapan 2 hektare per musim. Namun, alokasi pupuk dari target 161.056 ton belum tersalurkan semua.

"Hal itu karena para petani belum melakukan penyerapan sehingga alokasi pupuk masih memiliki sisa," katanya, Senin (27/12/2021).

Rencananya, sisa pupuk sebanyak 41.460 ton yang belum terserap itu akan didistribusikan pada akhir Desember 2021 ini. Sebab, dia melanjutkan, tahun depan sudah menggunakan alokasi pupuk bersubsidi baru sehingga sisanya segera disalurkan.

Dia mengatakan, untuk sementara pupuk yang sudah tersalurkan mencapai 119.596 ton atau 74,26 persen per 30 November 2021 ini. Karena itu, untuk meningkatkan realisasi distribusi pupuk subsidi dengan memprioritaskan penyaluran pupuk untuk sektor tanaman pangan.

"Alokasi pupuk subsidi ini untuk membantu para petani untuk meningkatkan produktivitas tanaman," kata Tatik.

Dia mengatakan, pupuk bersubsidi di Bojonegoro targetnya 161.056 ton dari semua jenis pupuk. Rinciannya, jenis pupuk urea dari alokasi 61.760 ton ada 47.292 ton pupuk sudah tersalurkan. Alokasi pupuk jenis ZA 21.201 yakni sebanyak 15.059 ton sudah tersalurkan. Dia menjelaskan, untuk pupuk jenis SP alokasinya 2.291 ton sudah tersalurkan sebanyak 2.694 ton.

"Juga, alokasi pupuk NPK 42.935 ton tersalurkan 34.121 ton, sedangkan untuk pupuk organik alokasi 31.852 ton yang sudah tersalurkan sebanyak 20.420 ton," katanya.

Dia menambahkan, untuk pupuk organik cair ada 16.508 liter atau setara 17 ton yang sudah tersalurkan 10,2 ton atau 61 persen. Sebelumnya pupuk cair ini belum tersalurkan sebab fasilitas belum siap.

"Namun, kini sudah bisa dan tersalurkan 61 persen," tambahnya.(jk)


BERITA TERKAIT