Pupuk Organik di Bojonegoro Kurang Diminati
SUARABANYUURIP.COM | 29/12/2021 08:03
Pupuk Organik di Bojonegoro Kurang Diminati
Pupuk Organik di Bojonegoro Kurang Diminati

SuaraBanyuurip.com - Bojonegoro - Serapan pupuk organik di Bojonegoro, Jawa Timur masih rendah dibandingkan realisasi pupuk non organik bersubsidi. Sebab, para petani lebih memilih pupuk kimia dengan hasil tanamannya yang cepat.

"Pupuk kimia saat ini masih menjadi primadona para petani karena hasilnya yang cepat," kata Tatik Kasiati Kepala Seksi Pupuk dan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bojonegoro.

Dia mengatakan, pupuk organik bersubsidi yang dialokasikan pemerintah tampaknya masih kurang diminati petani di Bojonegoro. Sebab, para petani sudah terbiasa menggunakan pupuk non organik karena terbilang instan.

Hal tersebut, ia melanjutkan, berpengaruh terhadap penyerapan pupuk organik. Karena minimnya petani yang memanfaatkan pupuk organik. Namun, jika petani merubah perilaku pasti akan menggunakan pupuk organik.

"Kini sebanyak 20.420 ton pupuk organik yang telah didistribusikan dari target 31.508 ton alokasi dari pemerintah," katanya, Senin (27/12/2021).

Tatik menjelaskan, pupuk kimia saat ini masih menjadi primadona terutama jenis urea. Yakni 47.292 toqn yang telah disalurkan hingga November 2021 lalu.

Padahal, lanjut dia, pupuk organik memiliki banyak kelebihan baik untuk media tanam maupun kualitas tanaman. Dengan menggunakan pupuk organik bisa menjaga keseimbangan hara, meningkatkan efisiensi pupuk dan menyuburkan tanah.

"Ya, harapannya para petani memanfaatkan pupuk organik agar dapat menjaga keseimbangan tanah dan unsur hara," jelasnya.(jk)


BERITA TERKAIT