Pemdes Sukoharjo Merasa Dirugikan Pemkab Bojonegoro
SUARABANYUURIP.COM | 11/01/2022 14:27
Pemdes Sukoharjo Merasa Dirugikan Pemkab Bojonegoro
Pemdes Sukoharjo Merasa Dirugikan Pemkab Bojonegoro

SuaraBanyuurip.com - Bojonegoro - Pemerintah Desa (Pemdes) Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu merasa dirugikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur karena belum juga memperoleh alokasi dana desa (ADD) proporsional. Penyebabnya Sukoharjo sampai sekarang belum ditetapkan sebagai desa penghasil minyak Lapangan Kedung Keris (KDK) Blok Cepu. Padahal, lapangan minyak di desa ini telah berproduksi sejak 2019 lalu.

Kepala Desa Sukoharjo, Sulistiyawan menyampaikan telah berupaya agar desanya ditetapkan sebagai desa penghasil minyak KDK. Salah satunya dengan mengirim surat kepada Bupati Bojonegoro perihal permohonan Desa Sukoharjo sebagai desa penghasil sumur minyak yang dikelola ExxOnMobil Cepu Limited (EMCL). Surat yang dikirimkan bernomor 640/412413.018/2021 tertanggal pada 7 Desember 2021 itu ditembuskan kepada Kelala Bapenda, Kepala Bappeda, Kepala DPMD, dan Camat Kalitidu.

Sulis, panggilan akrabnya, menjelaskan isi surat permohonan tersebut menindaklanjuti survei yang dilaksankan tim Badan Pendapatan (Bapenda) Bojonegoro terkait keberadaan lokasi sumur minyak KDK yang berada di Desa Sukoharjo sebagai dasar penetapan desa penghasil.

"Selain berkirim surat, saya bersama pak Kepala Desa Leran juga sudah menghadap Pak Ibnu, Kepala Bapenda untuk menanyakan penetapan desa penghasil," terangnnya kepada suarabanyuurip.com, Selasa (11/1/2022).

"Jawaban Pak Ibnu, katanya akan dirapatkan dan pemdes akan diundang. Tapi sampai sekarang sudah tahun 2022 belum juga ada kabarnya," lanjut Kades dua periode ini.

Sulis mengaku belum adanya penetapan Sukoharjo sebagai desa penghasil minyak KDK ini dinilai merugikan masyarakat. Sebab, Sukoharjo terlambat memperoleh ADD proporsional dari Pemkab Bojonegoro. Jumlah ADD proporsional ini berbeda dengan besaran ADD yang diterima desa-desa bukan penghasil minyak.

"ADD ini kan untuk pembangunan di desa. Tapi sudah dua tahun lebih kita belum memperoleh ADD proporsional yang menjadi hak kami," ungkapnya.

Sulis menambahkan ADD yang diterima Sukoharjo selama ini sekitar Rp 475 juta. Sementara masih banyak infrastruktur yang perlu dibangun seperti pengerasan jalan dan tembok penahan tanah  (TPT) di jalan baru sebelah selatan dan utara desa sepanjang 1,5 kilo meter (KM), dan jalan poros desa menuju Dusun Lestari - Kalipang Desa Leran sepanjang 1 Km yang perlu diaspal atau rigid beton.

"Jumlah ADD ini bisa meningkat jika Sukoharjo ditetapkan desa penghasil minyak," pungkasnya.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro, Ibnu Suyuti belum merespon konfirmasi yang dilayangkan suarabanyuurip.com. Pesan WhatsApp (WA) yang dikirimkan pukul 12.25 Wib, belum juga dibalas meski terlihat online, hingga berita ini terbitkan.

Sebelumnya, Kabid Perimbangan dan PAD Lainnya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro Achmad Suryadi pada Senin, 7 Juni 2021 menyampaikan, akan segera melakukan rapat untuk menetapkan Sukoharjo sebagai desa penghasil migas.

Dikonfirmasi terpisah, Anggota Komisi B DPRD Bojonegoro, Lasuri menyarankan kepada Pemkab Bojengoro, khususnya Bapenda segera menetapkan Desa Sukoharjo sebagai desa penghasil minyak. Sebab konsekwensi dari penetapan ini tentu akan berhubungan dengan pendapatan desa dari sisi ADD.

"Saya kira ini terlambat dilakukan oleh Bapenda, karena sejak tahun 2019 lapangan minyak yang ada di desa tersebut sudah berproduksi. Dan tentunya sejalan dengan regulasi yang ada dimana sejak lapangan minyak di desa Sukoharjo itu berproduksi ya harusnya sudah ditetapkan sebagai desa pengahasil minyak," tegas politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Oleh karena itu, pihaknya akan menanyakan persoalan ini kepada Bapenda Bojonegoro untuk mengetahui penyebab Sukoharjo belum ditetapkan sebagai desa penghasil minyak KDK.

"Besok kan Banggar ada raker dengan TAPD, sekalian saya akan tanyakan terkait penetapan Desa Sukoharjo sebagai desa pengahasil minyak," janji Lasuri.

suarabanyuurip.com