BPS Sebut Jumlah Tenaga Kerja Sektor Pertanian di Bojonegoro Menurun
SUARABANYUURIP.COM | 12/02/2022 09:07
BPS Sebut Jumlah Tenaga Kerja Sektor Pertanian di Bojonegoro Menurun
Minat Petani Blok Cepu Bertani Organik Turun

SuaraBanyuurip.com - Bojonegoro - Kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menunjukkan penurunan. Salah satu indikator strategis adalah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), dimana sektor pertanian mengalami penurunan jumlah tenaga kerja yang paling banyak di Tahun 2021.

Kepala Seksi Statistik Sosial Biro Pusat Statistik Kabupaten Bojonegoro, Kurnia Novi mengatakan, permasalahan ketenagakerjaan di suatu wilayah merupakan masalah yang sangat strategis dan bersifat kompleks. Hal ini dikarenakan masalah ketenagakerjaan menyangkut harkat hidup seorang pekerja.

"Secara makro masalah ketenagakerjaan dapat diamati melalui beberapa indikator yang dihasilkan dari survei angkatan kerja nasional. Survei ini dilaksanakan oleh Biro Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro pada bulan Agustus setiap tahunnya," kata Kurnia Novi kepadaSuaraBanyuurip.com, Jum'at (11/02/2022).

Dari survei ini, kata Kurnia, dihasilkan beberapa indikator ketenagakerjaan yang selalu ditunggu perkembanganya. Antara lain, Tingkat Partisipaasi Angkatan Kerja (TPAK) dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

Dijelaskan, TPAK merupakan persentase antara angkatan kerja dibanding dengan penduduk usia kerja, dalam hal ini usia kerja di Indonesia didefinisikan sebagai penduduk berusia 15 tahun keatas. Semakin besar persentase TPAK menunjukkan semakin banyak jumlah penduduk yang masuk katagori angkatan kerja.

"Semakin berlimpah pula stok angkatan kerja di suatu wilayah," tandasnya.

Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) tahun 2021 menunjukkan bahwa TPAK di Kabupaten Bojonegoro sebesar 71,84% atau mengalami penurunan dibanding tahun 2020 yang mencapai 74,60%. Penurunan ini, menurut Kurnia, lebih banyak disebabkan oleh kondisi di wilayah Kabupaten Bojonegoro yang sedang dilanda pandemi sebagaimana kondisi wilayah lain.

Hal ini disebut menyebabkan jumlah bukan angkatan kerja meningkat pada tahun 2021, dari 256.127 orang di tahun 2020 meningkat menjadi 285.117 orang ditahun 2021. Banyak penduduk yang awalnya masuk katagori angkatan kerja berubah menjadi bukan angkatan kerja.

Indikator lain yang sangat strategis dalam ketenagakerjaan, dikatakan adalah Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT). Pada tahun 2021 TPT Kabupaten Bojonegoro sebesar 4,82% atau sedikit menurun dibanding tahun 2020 yang mencapai 4,92%.

Ditambahkan, jumlah pengangguran di Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2021 sebanyak 35.057 orang atau menurun sebanyak 1.955 orang apabila dibandingkan dengan tahun 2020 yang mencapai 37.012 orang.

"Namun, jumlah orang yang bekerja pada tahun 2021 juga mengalami penurunan. Dari 715.089 orang di tahun 2020 menurun menjadi 692.456 orang di 2021," ujarnya.

Sesuai data, lanjut Kurnia, penurunan jumlah tenaga kerja yang paling banyak ada di sektor pertanian dimana pada tahun 2020 pekerja sektor pertanian mencapai 309.254 orang turun menjadi 289.824 orang. Demikian juga dengan sektor jasa yang mengalami penurunan dari 268.146 orang di tahun 2020 menurun menjadi 260.497 orang di tahun 2021.

"Tetapi untuk sektor manufaktur pada tahun 2021 justru mengalami peningkatan jumlah pekerja, naik dari 137.689 orang menjadi 142.135 orang," pungkasnya.

suarabanyuurip.com

 


BERITA TERKAIT