Pemdes Sukoharjo Berharap Pembangunan Jalan Tol Ngarobat Serap Naker Lokal
SUARABANYUURIP.COM | 02/03/2022 19:34
Pemdes Sukoharjo Berharap Pembangunan Jalan Tol Ngarobat Serap Naker Lokal
Pemdes Sukoharjo Berharap Pembangunan Jalan Tol Ngarobat Serap Naker Lokal

SuaraBanyuurip.com -  Bojonegoro - Pemerintah Desa (Pemdes) Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur berharap pembangunan Jalan Tol Ngawi-Bojonegoro-Babat (Ngarobat) memberi dampak positif bagi desa dan warga, terutama dalam penyerapan tenaga kerja (naker).

Kepala Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur Sulistiyawan, mengatakan, jika rencana pembangunan jalan tol melewati Desa Sukoharjo diharapkan dapat membantu mensejahterakan masyarakat.

"Misalnya, melakukan penyerapan tenaga kerja atau bisa membantu menyuplai material pembangunan," katanya, Rabu (2/3/2022).

Dia mengatakan, pembangunan jalan tol diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat terutama bagi Desa Sukoharjo. Apalagi Desa Sukoharjo tidak dilewati jalur Solo Valley. 

"Juga pihak desa belum pernah mendapat sosialisasi langsung terkait rencana pembangunan jalan tol di mana pasti lokasinya," kata Sulistiyawan.

Dia mengatakan, belum mengetahui pasti terkait pembangunan jalan tol meski sudah menerima undangan sosialisasi pembuatan analisis mengenai dampak lingkungan hidup (AMDAL).

"Dan dalam sosialisasi itu Desa Sukoharjo tertulis sebagai desa terdampak pembangunan jalan tol," katanya.

Sebelumnya, Tim Teknis Perwakilan Kementerian PUPR, Ridwan Hoesin mengatakan, jalan tol ruas Ngarobat yang akan dibangun memiliki panjang 116,78 Km di atas lahan solo valley. Jumlah desa di Bojonegoro yang akan dilewati sebanyak 69 desa tersebar di 16 kecamatan. Di antaranya Kecamatan Baureno, Kepohbaru, Sumberrejo, Balen, Sukosewu, Kapas, Bojonegoro, Dander, Ngasem, Kalitidu, Gayam, Purwosari, Tambakrejo, Padangan, Ngraho, dan Margomulyo.

"Namun jumlah desa ini masih bisa berubah. Sebab, perencana pembangunan jalan tol ini masih dalam studi kelayakan," ujarnya saat Konsultasi Publik di Pendapa Malawapati Pemkab Bojonegoro beberapa waktu lalu.

Dijelaskan jalan tol ruas Ngarobat ini akan menghubungkan jalan tol ruas Solo-Ngawi-Kertosono yang sudah beroperasi dan terhubung dengan jalan tol ruas Demak-Pati-Babat dan Babat-Manyar.

"Nantinya, jalan tol ini juga terhubung dengan jalan tol eksisting ruas Surabaya Gresik. Sehingga, Tol Ngarobat akan berfungsi sebagai jaringan jalan tol penghubung lintas tengah dan utara," pungkasnya.

 

suarabanyuurip.com




BERITA TERKAIT