Tembok Avoer Mojokampung Ambrol
SUARABANYUURIP.COM | 14/05/2022 11:00
Tembok Avoer Mojokampung Ambrol
Tembok Avoer Mojokampung Ambrol

SuaraBanyuurip.com, Bojonegoro - Tembok Avoer Banjarejo yang berlokasi turut Kelurahan Mojokampung, Kecamatan Kota, Kabupaten Bojonegor, Jawa Timur, ambrol sepanjang 108 meter. Diduga karena tembok tidak kuat menahan volume air yang masuk saluran avoer saat terjadi hujan lebat, Minggu (08/05/2022) lalu.

Sebagaimana tertera dalam papan informasi, kontraktor pelaksana pekerjaan rehabilitasi tembok avoer Banjarejo itu CV. Bisma Putra Santana. Dengan waktu pelaksanaan 90 hari kalender, dan menggunakan dana APBD 2021 senilai Rp1.213.828.000.

Direktur CV Bisma Putra Santanu, Samsul Hadi mengatakan, bahwa saat terjadi peningkatan volume air di avoer sepanjang 428 meter, kondisi beton sebetulnya masih belum tua.

Sehingga tingkat kekerasan pada beton ditengarai tidak cukup kuat untuk menahan tekanan air di tembok saluran menjadi sebab tembok avoer roboh ke arah sisi luar sepanjang 108 meter.

"Usia beton baru sekitar satu minggu, jadi belum tua, kekerasannya belum maksimal, kami duga menjadi penyebab utama ambruknya tanggul saat kena banjir 5 hari yang lalu," katanya kepada Suarabanyuurip.com, Jum'at (13/05/2022).

Pria asli Lamongan ini menambahkan, semestinya kondisi sungai membutuhkan segera dinormalisasi. Namun saat pekerjaan selesai hal itu belum bisa dilakukan. Sehubungan terbentur adanya larangan beroperasi kendaraan berat pada H-7 dan H+7 lebaran Idulfitri 2022.

"Kendaraan berat kan dilarang beroperasi saat menjelang dan sesudah lebaran. Akibatnya alat berat tidak bisa kami datangkan untuk normalisasi," ujarnya.

Berkenaan proyek tersebut masih dalam tanggung jawabnya, Samsul berkomitmen akan segera memperbaiki tanggul yang ambruk tersebut. Direncanakan Sabtu, (14/05/2022) sudah mulai dilakukan perbaikan.

"Kami dapat perpanjangan sekitar 30 hari. InsyaAllah cukup waktunya. Besok kami mulai kerjakan dan mendatangkan alat berat," ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU SDA) Kabupaten Bojonegoro, Erick Firdaus, membenarkan bahwa tembok avoer yang ambruk sepanjang 108 meter itu statusnya masih dalam masa pemeliharaan rekanan.

"Sehingga perbaikan dan tanggung jawab sepenuhnya untuk melakukan perbaikan masih pada rekanan," pungkasnya.

 

suarabanyuurip.com

 


BERITA TERKAIT