BPBD Bojonegoro Mulai Salurkan Air Bersih ke Desa Kekeringan
SUARABANYUURIP.COM | 21/08/2022 11:00
BPBD Bojonegoro Mulai Salurkan Air Bersih ke Desa Kekeringan
156 Jiwa Warga Desa Pelem Merasakan Fasilitas Air Bersih

Suarabanyuurip.com - Bojonegoro - Memasuki musim kemarau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur menyiapkan 400 tangki air bersih. Hingga kini, beberapa desa di Bojonegoro sudah mulai mengajukan permintaan dropping air bersih salah satunya Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo. 

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro Agus Purnomo mengatakan, sudah ada satu desa yang mengajukan permintaan dropping air bersih di Agustus ini.

"Desa yang mengajukan memang rawan kekeringan di musim kemarau," katanya, Jumat (19/8/2022).

Dia mengatakan, baru Desa Sumberejo, Kecamatan Margomulyo yang mengajukan permintaan dropping. Untuk desa yang biasanya rawan kekeringan belum ada yang mengajukan.

"Minggu kemarin mengajukannya dan sudah kita akomodir dropping airnya," kata Agus.

Sementara itu Sekretaris BPBD Bojonegoro, Zaenul Ma’arif mengatakan, telah menyiapkan 400 tangki air bersih. Hal itu, dilakukan untuk desa yang menjadi langganan kekeringan. Sebanyak 19 desa di 8 kecamatan yang rawan kekeringan dan krisis air bersih.

"Sesuai data BPBD Bojonegoro, 2021 lalu setidaknya sebanyak 2.088 kepala keluarga (KK) atau 5.833 jiwa yang terdampak kekeringan. Mereka tersebar di 28 dusun dari 19 desa di 8 kecamatan di Bojonegoro," katanya.

Diantaranya, desa-desa itu meliputi Desa Pelem dan Desa Tlatah, di Kecamatan Purwosari, Desa Jatimulyo, Gamongan, Malingmati, Sukorejo, Ngrancang dan Desa Bakalan, yang berada di Kecamatan Tambakrejo. Sementara, terdapat empat desa yang juga rawan kekeringan di Kecamatan Temayang, yakni Desa Brabuhan, Bakulan, Pandantoyo dan Desa Kedungsari.

Kemudian, terdapat satu desa di masing-masing kecamatan yang juga terancam kekeringan, yakni Desa Margoagung di Kecamatan Sumberrejo, Desa Jelu di Kecamatan Ngasem dan Desa Sumodikaran yang berada di Kecamatan Dander. Selain itu, terdapat dua desa di Kecamatan Kedungadem dan Kecamatan Sekar, yakni Desa Kesongo dan Kepohkidul.

"Sementara di Kecamatan Sekar, yakni Desa Klino dan Bareng,” kata Arif.

Menurutnya, dengan mengacu pada data tahun 2021, BPBD Bojonegoro akan mengalokasikan sebanyak 400 tangki untuk warga yang dilanda kekeringan.

"Untuk tiap tangki berisi 6.000 liter air bersih yang nantinya akan disalurkan ke desa rawan kekeringan," katanya.


BERITA TERKAIT