Mayat Bayi Dalam Toilet Kampus, Mahasiswi Itu Mengerang Kesakitan
BALIPOST.COM | 02/08/2019 19:00
Mayat Bayi Dalam Toilet Kampus, Mahasiswi Itu Mengerang Kesakitan

DENPASAR, BALIPOST.coM – Tersangka Simprosa D. (20) yang membunuh bayi dalam toilet kampus hanya bisa menyesali perbuatannya di balik jeruji besi. Walau kelihatan tegar, dua hari pascaditangkap, mahasiswi itu mengerang kesakitan diduga karena efek melahirkan, sehingga polisi langsung membawanya ke RSUP Sanglah.

“Mungkin karena rahimnya belum bersih setelah melahirkan. Pelaku terlihat tegar, tidak depresi atau lainnya,” kata sumber, Jumat (2/8) kemarin. Selanjutnya pelaku mendapat perawatan tim medis di RSUP Sanglah. Namun, tidak sampai diopname dan langsung dibawa ke Mapolsek Denpasar Selatan (Densel).

Apakah teman kuliahnya tidak tahu pelaku hamil? “Itu saya tidak paham juga. Mungkin karena pelaku bodinya besar sehingga dikira gemuk. Selain itu, pelaku mengenakan pakaian yang longgar,” ucap sumber yang enggan disebut identitasnya ini.

Baca juga:  RSUP Sanglah Rawat Tiga Suspect Difteri

Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Densel Iptu Hadimastika mengatakan, saat ditangkap di kosnya di Jalan Tukad Gerinding, Gang Badik, Densel, pelaku tidak melakukan perlawanan. Terkait kasus ini, pihaknya belum ada rencana menggelar rekonstruksi. “Kami sudah melakukan prarekonstruksi. Selain itu, penyidikan kasus ini sudah jelas,” tandasnya.

Sebelumnya, pengungkapan kasus penemuan bayi di kolam utara Pertokoan Sudirman Agung di Jalan Sudirman, Panjer, Densel, dirilis Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan, Kamis (1/8) lalu. Pelaku berusia 20 tahun asal NTT ini melahirkan bayi tersebut di toilet kampusnya, tepatnya selatan TKP. Setelah lahir dan menangis, bayi laki-laki itu langsung dibekap sampai meninggal. Jasad bayi dalam toilet itu lalu dibungkus dengan jas almamaternya lalu dibuang di TKP. (Ngurah Kertanegara/balipost)


BERITA TERKAIT