Dewan Adat Dayak Tepis Kasus Pengeroyokan di Sampit Bermotif SARA
BORNEONEWS.CO.ID | 23/10/2019 11:05
Dewan Adat Dayak Tepis Kasus Pengeroyokan di Sampit Bermotif SARA
Ketua DAD Kotim Untung, menjelaskan bahwa pengeroyokan terhadap dua orang pemuda pidana murni dan tidak ada keterkaitan dengan kesukuan, Selasa, 22 Oktober 2019.

BORNEONEWS, Sampit - Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kotawarigin Timur (Kotim) Untung TR mengatakan peristiwa pengeroyokan 9 pemuda terhadap 2 korbannya di Sampit murni tindak pidana. Bahkan, dipastikan tidak ada kaitannya dengan masalah suku. 

"Saya tegaskan bahwa pengeroyokan tersebut tidak ada kaitannya dengan masalah kesukuan," tegas Untung, Selasa, 22 Oktober 2019. 

BACA: Informasi Pembunuhan dan Penusukan Terhadap 2 Pemuda di Sampit Hanyalah Hoaks 

Untung pun mengimbau kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dengan isu-isu yang tidak benar. Apalagi, tidak ada korban jiwa atau luka dalam hal tersebut. 

"Saya minta tolong informasikan hal tersebut kepada seluruh masyarakat di Kotim. Karena kabar yang beredar tersebut tidak benar," kata Untung. 

Dia juga mengatakan, kasus pengeroyokan tersebut sudah diserahkan kepada jajaran Polres Kotim, untuk diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. Bahkan 9 pelaku pengeroyokan juga sudah ditangkap.

"Semuanya kita serahkan kepada proses hukum, apalagi 9 orang pelaku pengeroyokan juga sudah ditangkap," kata Untung. 

Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel mengungkapkan, pihaknya melakukan penanganan kasus tersebut secara profesional. Bahkan pihaknya juga tegas dalam memproses 9 orang pelaku pengeroyokan tersebut.

"Orangtua pelaku juga sudah kami panggil, dan kami tetap menegakan masalah hukum tersebut. Prosesnya juga kami jalankan secara tegas," terang Rommel.

Saat ini ke 9 pelaku pengeroyokan masih dalan pemeriksaan mendalam. Terkait dengan peran mereka masing-masing. Karena dari hasil pemeriksaan sementara, ada yang melakukan oemukulan dan ada juga yang menjadi penghubung atau mengajak satu sama lain hingga terkumpul menjadi 9 orang tersebut.

"Jadi kami masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui peran mereka masing-masing," kata Rommel.

BACA: Bupati Kotim Pastikan Isu Pembunuhan Pemuda di Sampit Hanya Kabar Bohong

Dirinya menegaskan bahwa kasus tersebut akan diproses secara hukum yang berlaku. Karena hal tersebut merupakan kriminal murni, yang dilakukan oleh 9 orang pemuda.

Dirinya juga meminta kepada masyarakat agar menyerahkan seluruh proses hukum kepada kepolisian. Jangan sampai terpancing dengan isu-isu diluar sana yang tidak bertanggungjawab. Karena dalam kasus inu korban tidak mengalami luka dan masih sehat. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)


BERITA TERKAIT