Kesaksian Petugas RSUD Sampit yang Diseret Makhlus Halus: Sosoknya Menyerupai Perempuan Muda
BORNEONEWS.CO.ID | 23/01/2020 12:40
Kesaksian Petugas RSUD Sampit yang Diseret Makhlus Halus: Sosoknya Menyerupai Perempuan Muda
Erni Wahyuni, petugas RSUD dr Murjani Sampit yang ditarik makhluk halus hingga ke bawah meja, Rabu, 22 Januari 2020.

BORNEONEWS, Sampit - Petugas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Murjani Sampit Erni Wahyuni (37), yang ditarik makhluk halus saat sedang bekerja di ruang laundry, menerangkan sosok makhluk tersebut yang sempat dilihatnya.

"Sosok makhluk halus yang menarik kaki kanan dan tangan saya tersebut menyerupai seorang perempuan muda," ujar Erni, kepada wartawan, Rabu, 22 Januari 2020.

BACA: Sang Pembunuh Istri Dibawa ke Sampit untuk Diobat di RSUD Murjani 

Sesosok makhluk halus tersangka memiliki rambut panjangnya sebahu terurai. Saat itu, juga sedang menggunakan pakaian putih, dan lengannya sobek-sobek. Sosok tersebut tidak seorang diri, melainkan ada anaknya juga.

"Kalau anaknya sering memainkan kursi di bagian depan ruangan tersebut. Namun tidak ikut menganggu," kata Eerni.

Ia juga melihat mata dari makhluk tersebut memerah. Tidak berapa lama setelah melihat sosok tersebut, makhluk itu langsung menyerang dengan menarik kaki Erni.

Hal itupun membuat dirinya berpegangan di tiang meja tersebut. Karena saat itu ia sangat takut dibawa oleh makhluk tersebut ke alam ghaib.

"Saya takut dibawa makhluk tersebut ke alam gaib, makanya saya memegang erat tiang meja tersebut," terang Erni.

Ia menduga, hal itu dilakukan oleh makhluk tersebut karena tidak terima sandal milik temnanya yang hilang ditemukan oleh mereka dan dipakai kembali. Sehingga makhluk itu marah dan langsung menyerang dirinya.

BACA: Video Petugas RSUD Dr Murjani Sampit Ditarik Makhluk Halus Viral di Media Sosial

"Setelah menarik kaki saya, pada malam hari saya mimpi bertemu dengannya, dan meminta agar sandal kembalikan. Sehingga saya bergegas mengembalikan pada esok paginya," terang Erni.

Kondisinya saat ini baik-baik saja. Tidak ada sakit atau trauma yang berkepanjangan. Namun sejumlah temannya merasa ketakutan atas kejadian tersebut. (MUHAMMAD HAMIM/m)

BORNEONEWS.CO.ID


BERITA TERKAIT