Pedagang Keluhkan Pungli Rp 1 Juta untuk Dapatkan Lapak di Pasar Beringin Ampah
BORNEONEWS.CO.ID | 04/03/2020 16:15
Pedagang Keluhkan Pungli Rp 1 Juta untuk Dapatkan Lapak di Pasar Beringin Ampah

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Aksi pungutan liar (pungli) diduga dilakukan oknum pegawai UPT Pasar Beringin Ampah, untuk pedagang yang ingin mendapatkan lapak di pasar.

Informasi terhimpun, pungli tersebut diduga dilakukan oknum yang disebutkan berinisial ED. Modusnya, dia meminta sejumlah uang dengan kisaran bervariasi.  Salah satu pedagang yang meminta namanya dirahasiakan, mengungkapkan jika dia dijanjikan mendapat lapak di Pasar Beringin asal membayar Rp 1 juta.

Namun, lapak yang dijanjikan tidak kunjung diberikan oknum pegawai UPT pasar tersebut. Saat ditanyakan, pedagang itu mendapatkan jawaban yang tak diinginkan. "Saat menanyakan, malah diminta uang kembali sebesar Rp 2 juta agar mendapatkan lapak di Pasar Beringin Ampah," kata dia. 

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Beringin Ampah, Darwono mengatakan jika ED memang dulunya pegawai UPT. Namun, per 1 januari 2020, ED sudah dimutasi. "Adanya pungli kepada pedagang untuk mendapatkan lapak di pasar itu dulu sudah dilaporkan ke pimpinan. Makanya, ada 4 pegawai UPT yang telah dimutasi," kata Darwono, Selasa, 3 Maret 2020. 

Rinciannya, 2 dimutasi bertugas di Kelurahan Ampah dan 2 lagi di Kecamatan Dusun Tengah. Dia menegaskan, dalam aturannya untuk mendapatkan lapak di pasar tersebut tidak ada pungutan alias gratis.

"Apabila ada pedagang atau masyarakat yang dijanjikan lapak dan telah melakukan pembayaran namun tak mendapatkan lapaknya juga, bisa segera melaporkan ke pihak berwajib atau langsung ke saya," ujarnya. (PRASOJO/B-11)

BORNEONEWS.CO.ID


BERITA TERKAIT