Suami dan Anak Terdaftar Penerima Bansos Pemerintah, Ketua DPRD Kotawaringin Timur Menolak Mentah-mentah
BORNEONEWS.CO.ID | 05/06/2020 15:45
Suami dan Anak Terdaftar Penerima Bansos Pemerintah, Ketua DPRD Kotawaringin Timur Menolak Mentah-mentah

BORNEONEWS, Sampit - Ketua DRPD Kotawaringin Timur, Rinie A Gagah mengaku terkejut dengan masuknya nama anak kandung dan suaminya sebagai penerima bantuan yakni Bansos dari Pemerintah Provinsi serta Bantuan Langsung Tunai (BLT).

“Suami saya dan anak  masuk dalam database penerima bantuan dari pemerintah baik itu dari pemerintah provinsi juga  BLT, saya juga terkejut saya kroscek ke Ketua RT katanya dia tidak tahu juga dasar data itu,” kata Rinie, Jumat, 5 Juni 2020. 

Rinie menyebutkan dirinya menolak bantuan itu dan tidak mengambil bantuan sosial tersebut karena memang tidak tepat sasaran. “Kami tidak mengambil yang bukan hak kami. Ini salah satu contoh kecil dan mungkin banyak kesalahan sasaran dari data-data tersebut,” katanya.

Rinie mengakui dengan persoalan itu maka menyebabkan bantuan tidak tepat sasaran. Selain itu, juga menimbulkan persoalan lain yakni menyebabkan anggaran untuk program itu membengkak. 

Jauh sebelumnya, Rinie terus mengingatkan soal data penerima bantuan tersebut. "Saya sampaikan tolong data itu harus benar dulu, karena jika data ini tidak beres akibatnya selain menyebabkan anggaran tidak tepat sasaran juga menyebabkan pembengkakan anggaran untuk itu. Seharusnya yang dikeluarkan Rp10 miliar jadi Rp 50 miliar karena data-data tersebut,” kata dia.

Seperti diketahui, jumlah bantuan yang disalurkan untuk warga Kalteng secara keseluruhan mencapai 180.747 Kepala Keluarga (KK) dengan nilai seluruh bantuan sebesar Rp 90.373.500.000 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalteng.   

Sementara itu, di Kotim bantuan sosial tunai yang disalurkan sebesar Rp 10.493.000.000 untuk 20.986 KK, masing-masing KK terdampak Covid-19 berhak menerima bantuan tunai sebesar Rp 500 ribu. (NACO/B-7)

BORNEONEWS.COM


BERITA TERKAIT