Kronologi Duel Maut di Pertambangan Emas Batu Badinding, Berkelahi di Kubangan Lumpur
BORNEONEWS.CO.ID | 07/10/2020 15:29
Kronologi Duel Maut di Pertambangan Emas Batu Badinding, Berkelahi di Kubangan Lumpur
Ilustrasi pembunuhan. FOX2now.com

BORNEONEWS,  Kasongan - Kapolres Katingan AKBP Andri Siswan Ansyah melalui Kasatreskrim Iptu Adhi Heriyanto, Senin, 5 Oktober 2020 membenarkan adanya duel maut di pertambangan emas Desa Batu Badinding Kecamatan Katingan Tengah pada Senin malam, 4 Oktober 2020. Menurutnya, perkelahian itu dipicu pesta miras (minuman keras).

Korban tewas akibat duel dengan temannya itu bernama Hartawan alias Dadu (34) warga Mirah Kalanaman Kecamatan Katingan Tengah. Sedangkan tersangka bernama Lis (29) warga Batu Badinding. Korban tewas di TKP depan Pustu Desa Batu Badinding RT  002, Kecamatan Katingan Tengah.

Menurut Kasatreskrim Iptu Adhi Heriyanto, penganiayaan itu terjadi setelah korban dan pelaku pesta minuman keras jenis baram (minuman keras tradisional) bersama teman mereka yakni pak Robin, Odong, Erik dan pak Adot. 

Pesta minuman keras itu dilakukan di rumah tersangka Lis (29) di Desa Batu Badinding, Minggu 4 Oktober 2020 mulai pukul pukul 10.00 Wib.

Saat hendak pulang, pelaku dipukul oleh korban Hartawan di bagian kepala sebanyak dua kali. Terlapor membalas dengan memukul korban dengan papan yang ada disekitarnya, namun perkelahian dapat dilerai oleh Robin.

Merasa permasalahan selesai, terlapor sangka pulang ke rumahnya. Namun korban mendatanginya kembali dengan membawa senjata tajam. 

Melihat itu terlapor keluar sembari membawa sebilah tombak untuk memukul korban mengakibatkan pisau yang dipegang korban terlepas.

Kemudian korban berlari dan terlapor mengejar sampai di depan Pustu (Puskesmas Pembantu) Batu Badinding RT 002 hingga kemudian korban dan terlapor berkelahi di kubangan lumpur bekas banjir sama-sama menggunakan tangan kosong. 

Keduanya saling adu pukul,  namun kemudian korban dicekik oleh terlapor hingga tidak bisa bergerak lagi. Tak puas disitu,  terlapor mengambil batu kali yang ada disekitar TKP untuk memukul kepala korban berkali-kali.

Setelah korban tidak bisa bergerak lagi, kemudian terlapor mengambil dua bongkah  batu kali dengan ukuran diameter sekitar 30 sentimeter untuk memukul bagian kepala dan dada korban. 

Melihat korban masih bergerak, kemudian terlapor mencari tombak disekitar TKP lalu menusuk leher dan bagian dada korban.

Sekitar pukul 20.00 Wib terlapor berhasil diamankan oleh Polsek Katingan Tengah di rumah Rahmudi (Ketua Rt 01 Desa Batu Badinding) karena saat itu terlapor berencana untuk menyerahkan diri ke Mapolsek Katingan Tengah. 

"Akibat perkelahian itu, korban meninggal dunia di TKP karena mengalami penganiayaan dan luka cukup berat akibat benda tumpul dan tajam pada bagian muka, leher, dada, tangan dan perut," kata Kasat Reskrim Polres Katingan Iptu Adhi Heriyanto. 

Menurutnya,  terlapor saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan diamankan di Mapolsek Katingan Tengah. 

Atas perbuatannya, tersangka terancam dijerat dengan Pasal 338 KUH Pidana Sub Pasal 354 Ayat (2) KUH Pidana Sub Pasal 351 Ayat (3) KUH Pidana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara hingga seumur hidup.(ABDUL GOFUR/B-5) 

BORNEONEWS.CO.ID


BERITA TERKAIT