Viral Simbol Umat Kaharingan Dayak Tiwah Sapundu Dijadikan Tempat Melilitkan Kabel, PLN Bantah Itu Kabel Mereka
BORNEONEWS.CO.ID | 19/10/2020 13:00
Viral Simbol Umat Kaharingan Dayak Tiwah Sapundu Dijadikan Tempat Melilitkan Kabel, PLN Bantah Itu Kabel Mereka
Ilustrasi PLN. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebuah postingan di media sosial Facebook pada fan page Dayak, memancing beragam reaksi khususnya dari suku Dayak. Dalam fan page tersebut terdapat sebuah postingan sebuah foto yang memperlihatkan adanya kabel melilit di leher sebuah Sapundu yang merupakan benda sakral bagi umat Kaharingan.

Dalam postingan tersebut admin fan page Dayak juga menulis caption yang berbunyi:

"Simbol tiwah sapundu adalah sakral bagi umat Kaharingan Dayak Kalimantan Tengah. Untuk petugas PLN jangan dijadikan Sapundu tersebut tempat melilitkan kabel listrik Di Desa Pandau, Kecamatan Arut Utara, Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah. Dayak mempunyai amarah dan keberingasan apabila tidak menghargai sama sekali adat istiadat budaya Dayak."

Keruan postingan tersebut memancing reaksi bernada marah dan mengecam, kenapa ada kabel yang melilit leher Sapundu.

Saat hal ini dikonfirmasikan pada Manager PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Pangkalan Bun, Sugimin membantah bahwa kabel yang melilit leher Sapundu tersebut adalah milik perusahaannya.

"Karena saya pastikan bahwa Desa Pandau Kecamatan Arut Utara belum masuk listrik PLN. Jadi kabel yang ikatkan di Sapundu tersebut bukan kabel milik PLN," jelas Sugimin. (TIM BORNEONEWS/B-5) 

BORNEONEWS.CO.ID


BERITA TERKAIT