Sopir Truk Ditemukan Tewas di Kebun Sawit, Keluarga Tolak Autopsi
BORNEONEWS.CO.ID | 13/11/2020 15:55
Sopir Truk Ditemukan Tewas di Kebun Sawit, Keluarga Tolak Autopsi

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Seorang supir truk bernama Jainal  (32 tahun) warga RT 03 Desa Gulinggang, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Kalsel ditemukan sudah tidak bernyawa di kebun sawit Desa Wuran, Kecamatan Karusen Janang, Kabupaten Barito Timur, Kamis 12 November 2020.

Kapolsek Dusun Tengah Iptu Nurheriyanto Hidayat yang menerima laporan dari masyarakat pada pukul 11.00 WIB langsung berangkat ke tempat kejadian perkara atau TKP dengan menempuh perjalanan kurang lebih 40 menit dari mapolsek dan melakukan tindakan pertama tempat kejadian perkara dan dilanjutkan dengan olah TKP.

Dia menjelaskan, korban berprofesi sebagai sopir truk dan sebelum ditemukan meninggal, korban bersama temannya mengangkut material di jalan perusahaan sawit.

"Saat menunggu antrean korban berpamitan buang air besar karena sakit perut, hingga akhirnya tiba giliran menumpahkan material, korban tidak datang, sehingga kemudian dicari, dan tidak jauh berjalan teman-teman korban menemukan korban dengan posisi tengkurap di tanah," katanya.

Lanjutnya, di sekitar tubuh korban ditemukan kotoran BAB. Melihat kondisi korban, salah satu saksi melaporkan kejadian ke Polsek Dusun Tengah via telepon, dan kemudian tim dari Polsek segera berangkat ke TKP.

"Tindakan selanjutnya dari Polsek Dusun Tengah mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Tamiang Layang untuk dilakukan visum et revertum dan kemudian melakukan penyelidikan," katanya.

Dia menambahkan Polsek Dusun Tengah telah menghubungi dan berkoordinasi dengan keluarga korban untuk penyerahan jenazah.

"Keluarga dapat menerima kondisi kematian korban dan menolak untuk dilakukan tindakan otopsi. Dari hasil pemeriksaan awal oleh pihak medis juga tidak  ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan," katanya.

Dia menjelaskan korban diduga meninggal karena sakit perut yang dikeluhkannya dan hal ini juga dikuatkan dengan keterangan keluarga bahwa korban sudah sering mengeluhkan sakit perut yang luar biasa namun selalu dipaksakan untuk bekerja. (BOLE MALO/B-6)

BORNEONEWS.CO.ID


BERITA TERKAIT