Perahu Nelayan Ditabrak Kapal Vietnam Saat Menangkap Ikan, Satu Orang Tewas Tenggelam
BORNEONEWS.CO.ID | 16/11/2020 10:40
Perahu Nelayan Ditabrak Kapal Vietnam Saat Menangkap Ikan, Satu Orang Tewas Tenggelam
MV Nam Son 16 kapal penabrak nelayan asal Kotim

BORNEONEWS, Sampit - Kapal Nelayan asal Kabupaten Kotawaringin Timur yang ditabrak oleh kapal Nam Son 16 diduga asal Vietnam saat sedang menangkap ikan.

Kepala KSOP Sampit, melalui Kepala Seksi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli, Baslan Damang membenarkan adanya insiden tersebut, namun demikian seperti apa kronologis semua masih menunggu hasil pemeriksaan.

"Kami belum menerima kronologis dari nakhoda, kapal masih berlabuh dan akan dilakukan pemeriksaan oleh Tim dari Kantor Kesehatan Pelabuhan dan Instansi terkait setelah itu nakhoda akan kita minta keterangan," katanya, Minggu 15 November 2020.

Sementara itu data yang diperoleh kejadian Sabtu, 14 November 2020 pukul 13.00 WIB tepatnya di perairan laut Jawa perairan Tanjung Puting dengan posisi 03°31887"S / 112°14517"E.

Berawal saat kapal Hatman yang juga ada anaknya Jainul Ikhsan dan keponakannya Ramadan dan Sayuti sedang melakukan penangkapan ikan di wilayah perairan laut Jawa, Tanjung Puting

Saat itu tiba-tiba datang kapal kargo MV. Nam Son 16 yang menabrak bagian haluan (depan) kapal nelayan tersebut sehingga mengakibatkan kapal nelayan tersebut tenggelam dan mengakibatkan korban jiwa 1 orang meninggal yakni Hatman.

Pukul 13.30 WIB datang kapal nelayan Inkamina 02 yang melihat kejadian tersebut memberikan pertolongan dengan mengevakuasi korban ke Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan.

Pukul 22.20 WIB, kapal nelayan Inkamina 02 tiba di pelabuhan Kuala pembuang selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Pratama Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotim guna untuk melakukan visum terhadap korban meninggal dan pemeriksaan kesehatan kepada korban selamat.

Pasca kejadian itu kapal Nam Son 16 dengan agen Adi Bahari Nuansa itu dibawa menuju pelabuhan Bagendang, Kecamatan Mentaya Hilir Utara untuk proses lebih lanjut. (NACO/B-6)

BORNEONEWS.CO.ID


BERITA TERKAIT