Pembunuh Nenek Cahaya Diserang Keluarga Korban Saat Rekonstruksi di TKP
BORNEONEWS.CO.ID | 20/11/2020 16:29
Pembunuh Nenek Cahaya Diserang Keluarga Korban Saat Rekonstruksi di TKP

BORNEONEWS, Sampit - Rekonstruksi kasus pembunuhan dan perampokan Nenek Cahaya yang dilaksanakan di rumah almarhum Jalan Baamang I, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) nyaris ricuh. 

Hal itu terjadi karena keluarga korban tidak terima dengan perbuatan pelaku. Sehingga, pada saat pelaku ingin dibawa kembali ke dalam mobil, keluarga korban tersebut berupaya memukul.  

Beruntung saat itu, polisi yang mengawal pelaku dengan sigap menghalaunya. Dan langsung mengamankan pria tersebut. Guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. 

Dari pembicaraan keluarga korban tersebut, dirinya tidak terima dengan perbuatan pelaku. Sehingga, timbullah rasa murka dan berupaya menyerang pelaku. Hal itu juga diserukan oleh warga lainnya yang berteriak-triak. 

Mendapati hal tersebut, polisi langsung segera membawa pelaku ke dalam mobil. Guna dibawa ke ruang tahanan Polres Kotim. 

Sementara, ada 26 adegan yang diperagakan pelaku di lokasi tersebut. Dan semua yang diperagakan sesuai dengan keterangan pelaku saat dilakukan penyidikan. 

"Motif dari pembunuhan dan perampokan sendiri, semata-mata karena pelaku ingin menguasai harta korban," kata Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Kapolsek Baamang AKP Ratno. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)

BORNEONEWS.CO.ID


BERITA TERKAIT