Alat PCR Bantuan Presiden Sudah Rusak Saat Covid-19 Kembali Mengganas
BORNEONEWS.CO.ID | 02/12/2020 15:20
Alat PCR Bantuan Presiden Sudah Rusak Saat Covid-19 Kembali Mengganas
Ilustrasi Covid-19 (Foto: Gerd Altmann/pixabay.com)

BORNEONEWS, Sampit - Alat polymerase chain reaction (PCR) milik RSUD dr Murjani Sampit bantuan Presiden Joko Widodo yang baru diserahkan pada Juli 2020 lalu kini kondisinya sudah rusak. Padahal saat ini wabah Covid-19 di Kotim kian meningkat signifikan.

Mendapati kenyataan ini Plt Gubernur Kalteng Habib Said Ismail meminta Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) agar membeli lagi alat Swab tersebu. Ia minta pemerintah tidak ragu dalam menggunakan anggaran untuk kepentingan penanganan Covid-19.

"Jangan ragu gunakan anggaran, apalagi untuk kepentingan penanganan Covid-19. Karena hal itu menyangkut hajat orang banyak," ujar Habib Ismail, saat rapat evaluasi penangan Covid-19 di Kotim, Selasa, 1 Desember 2020.

Ia berharap pemerintah Kotim menganggarkan pembelian alat PCR yang saat ini sangat dibutuhkan untuk penanganan Covid-19. Sehingga, diharapkan pemerintah dalam waktu dekat bisa membahas hal tersebut.

"Alat PCR di RSUD dr Murjani Sampit saat ini sedang rusak, sehingga kalau bisa lebih baik pemda menganggarkan untuk beli PCR," kata Habib Ismail.

Ia menganggap Kotim sangat mampu untuk membeli alat tersebut. Karena untuk harga PCR yang bagus dan buatan Jerman saja harganya sekitar Rp 2 miliar, sedangkan yang digunakan di Palangka Raya harganya Rp 1,8 miliar.

"Besar harapan saya untuk dapat membeli alat PCR tersebut. Karena sangat dibutuhkan untuk mempercepat penanganan Covid-19," minta Habib Ismail.

Sementara, Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin mengatakan bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan Kepala Kejaksaan Negeri Kotim, terkait penggunaan anggaran untuk penanganan Covid-19.

"Kami sepakat tidak akan mencari kesalahan terkait penggunaan anggaran untuk Covid-19. Karena itu benar-benar dibutuhkan masyarakat," terang Jakin. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)

BORNEONEWS.CO.ID


BERITA TERKAIT