Viral Pasangan Suami Istri Bawa Jasad Bayi Anak Pertama Pakai Sepeda Motor dari RSUD Palangka Raya ke Pamakaman
BORNEONEWS.CO.ID | 16/12/2020 13:20
Viral Pasangan Suami Istri Bawa Jasad Bayi Anak Pertama Pakai Sepeda Motor dari RSUD Palangka Raya ke Pamakaman
Pasutri yang membawa jasad anaknya ke pemakaman km 12 menggunakan sepeda motor, saat ditemui di kediaman keluarganya Jalan Mendawai Kelurahan Palangka Kecamatan Jekan Raya, Selasa, 15 Desember 2020.

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pasangan suami istri yang membawa jasad anaknya ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Km 12 Kota Palangka Raya menggunakan sepeda motor viral di media sosial.

Dari video yang beredar, pasangan suami istri membawa jasad bayi itu dikawal sebuah sepeda motor di depannya. Motor di depan itu menjadi penunjuk jalan seraya membawa bendera fardhu kifayah.

Informasi terhimpun, cerita memilukan pasangan suami istri asal Pujon, Kabupaten Kapuas itu berawal saat sang istri menjalani persalinan di RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya.

Namun bayi mungil yang merupakan anak pertama mereka itu meninggal dunia pada Senin malam, 14 Desember 2020 sekitar pukul 23.00 WIB.

Seusai dimandikan di ruangan Kamboja RS dr Doris Sylvanus Palangka Raya, jasad bayi tersebut dibawa orangtuanya untuk dimakamkan.

Jasad anaknya terpaksa dibawa menggunakan sepeda motor karena tidak memiliki uang untuk membayar biaya transportasi mobil ambulans.

"Saya tidak memiliki cukup uang untuk biaya mobil ambulans. Terpaksa saya menggunakan sepeda motor," kata orangtua bayi itu saat ditemui Selasa, 15 Desember 2020.

Dia mengungkapkan, anaknya sempat 2 hari menjalani perawatan di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya hingga akhirnya meninggal dunia.

Pihak RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya memberikan penjelasan seputar pasangan suami yang membawa jenazah bayinya menggunakan sepeda motor, pasca persalinan di rumah sakit tersebut.

Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, dr. Ricka Brillianty mengatakan, pasutri itu membawa anaknya ke pemakaman menggunakan sepeda motor atas kemauan sendiri.

"Tadi sudah kami tanyakan ke staf, ternyata sudah ditawarkan untuk difasilitasi menggunakan ambulans, namun pihak keluarga menolak. Bukan kami mengabaikan pelayanan bagi warga tidak mampu," ucap dr Ricka saat dikonfirmasi, Selasa 15 Desember 2020.

Dia menyarankan bagi warga yang tidak mampu untuk membutuhkan fasilitas mobil ambulans agar disiapkan surat keterangannya.

"Kami meminta setelah pemakaman selesai, agar surat keterangan tidak mampu harus sudah disiapkan," tutur Ricka.

RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya berkomitmen siap membantu warga atau pasien yang tidak mampu jika meninggal dunia untuk mengantarkan hingga kepemakaman.

"Tolong ini disampaikan kepada masyarakat, jika RSUD dr Doris Sylvanus siap membantu warga tidak mampu," pungkasnya.(PARLIN TAMBUNAN/B-11)

BORNEONEWS.CO.ID


BERITA TERKAIT