Divaksin Kemudian Dinyatakan Positif Covid-19, Kepada Dinas Kesehatan Kalteng Beri Penjelasan
BORNEONEWS.CO.ID | 25/01/2021 15:45
Divaksin Kemudian Dinyatakan Positif Covid-19, Kepada Dinas Kesehatan Kalteng Beri Penjelasan

BORNEONEWS, Palangka Raya - Munculnya kasus positif pasca menerima vaksin covid-19 ramai menjadi perbincangan. Terkait itu, Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul turut memberikan penjelasan kemungkinan terinfeksi virus setelah divaksin.

“Memang ada laporan positif setelah mendapat vaksin. Saya belum dapat laporan investigasinya, tetapi perkiraan saya orang tersebut memang sudah terinfeksi sebelum divaksin,” kata Suyuti Syamsul, Minggu, 24 Januari 2021. 

Ia menerangkan ada yang disebut window periode pada penyakit, yaitu periode antara masuknya penyakit dan timbulnya gejala baik klinis maupun laboratorium.  “Pada saat window periode, orang sudah terinfeksi tapi belum tahu dirinya sakit,” katanya.

Vaksin sinovac, lanjut dia, menggunakan virus mati. Sehingga tidak mungkin kembali hidup hanya karena disuntikkan ke dalam jaringan tubuh manusia. 

“Kondisi yang ada belum memungkinkan hasil PCR sebagai dasar pemberian vaksinasi sehingga risiko co-insidens seperti positif setelah divaksin tidak bisa dihindari,” ujarnya.

Kemungkinan lainnya, lanjut dia, tubuh memerlukan waktu beberapa hari untuk membentuk antibodi setelah divaksinasi. Sebelum antibodi terbentuk, orang yang sudah divaksinasi tetap masih bisa tertular. “Makanya setelah vaksinasi, tidak berarti protokol kesehatan ditinggalkan,” kata dia. (HERMAWAN DP/B-11)

BORNEONEWS.CO.ID


BERITA TERKAIT