Hendak Minta Uang, Dua Anak di Bawah Umur Jadi Korban Pencabulan Kakek 64 Tahun
BORNEONEWS.CO.ID | 08/02/2021 10:20
Hendak Minta Uang, Dua Anak di Bawah Umur Jadi Korban Pencabulan Kakek 64 Tahun
Kakek 64 tahun di Katingan ini diamankan polisi karena diduga berbuat cabul kepada dua bocah.

BORNEONEWS, Kasongan - Gara-gara diduga berbuat cabul kepada dua bocah, seorang kakek berusia 64 tahun kemudian diamankan pihak Polres Katingan.

Kapolres Katingan AKBP Andri Siswan Ansyah melalui Kasatreskrim Iptu Adhy Heriyanto, Minggu, 7 Februari 2021 menuturkan, kakek sudah bau tanah yang tega berbuat cabul kepada dua anak usia (7 tahun) dan (12 tahun) itu dari wilayah Kecamatan Katingan Hilir.

"Sejak Jumat tanggal 6 Februari 2021 yang bersangkutan sudah kita tetapkan sebagai tersangka, " jelas Kasatreskrim Polres Katingan Iptu Adhy Heriyanto.

Ia melanjutkan, dugaan perbuatan cabul yang dilakukan kakek tersebut terjadi pada hari Senin, 2 Februari 2021 sekitar pukul 11.00 Wib di rumah pelaku sendiri di wilayah Kecamatan Katingan Hilir.

"Iya, korban dari pencabulan tersebut adalah dua orang anak bawah umur," kata Iptu Adhy Heriyanto.

Saat ini unit PPA Satreskrim Polres Katingan sedang melakukan penyidikan terhadap kakek tersebut.

Kasatreskrim Polres Katingan Iptu Adhy Heriyanto juga menjelaskan kronologi peristiwa pencabulan tersebut terjadi saat salah satu korban mengajak temannya ke rumah pelaku dengan tujuan mau minta uang.

Setelah sampai di rumah pelaku kedua korban tersebut langsung diajak masuk ke dalam rumah oleh pelaku. Kemudian pelaku langsung melakukan pencabulan terhadap kedua korban. Saat itu pelaku juga mengancam korban untuk tidak memberitahukan kepada orang lain.

“Jangan bepadah lawan orang lain lah kena ku bawa parang ku matii bubuan ikam,” ujar Kasatreskrim Iptu Adhy Heriyanto menirukan pengakuan korban.

Karena korban merasa takut akhirnya korban hanya diam saja. Setelah sang kakek selesai melakukan aksinya kakek tersebut memberikan uang sebesar Rp 5000 kepada salah satu korban, satu korban lainnya diberi Rp10.000. Setelah diberi uang kedua korban langsung pulang ke rumahnya masing-masing.

Beberapa hari kemudian korban menggeluhkan sakit di bagian kemaluannya saat buang air setelah di interograsi oleh orang tua korban, barulah korban menceritakan peristiwa yang dialaminya. Orang tua korban merasa keberatan dan melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Katingan dalam hal ini Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Katingan.

Atas perbuatannya ini pelaku dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) undang-undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang dengan ancaman hukuman selama 15 tahun kurungan dan denda sekitar Rp 300 juta. (ABDUL GOFUR/B-5)

BORNEONEWS.CO.ID


BERITA TERKAIT