Dugaan Eksploitasi Anak di Sampit Menjadi Kekhawatiran Pemkab Kotim
BORNEONEWS.CO.ID | 26/05/2021 12:55
Dugaan Eksploitasi Anak di Sampit Menjadi Kekhawatiran Pemkab Kotim
Ilustrasi anak sakit. Shutterstock

BORNEONEWS, Sampit - Adanya dugaan eksploitasi anak atau mempekerjakan anak di bawah umur di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), menjadi kekhawatiran pemerintah daerah.

Oleh sebab itu, pihaknya akan berupaya untuk menerapkan Undang-Undang Perlindungan Anak, terhadap orangtua atau yang memanfaatkan anak untuk bekerja demi keuntungan mereka.

"Tentu eksploitasi anak ini menjadi kekhawatiran kami, dan kami akan berupaya untuk menanganinya," ujar Bupati Kotim Halikinnor, Selasa, 26 Mei 2021.

Dugaan eksploitasi anak tersebut, setelah pemerintah daerah melakukan penertiban anak jalanan yang meminta-minta dan mengamen di perempatan jalan di dalam Kota Sampit.

Bahkan dari pengakuannya, mereka harus menyetorkan Rp 200 ribu, kepada yang mempekerjakan mereka. Hal tersebut tentunya sangat disayangkan karena harusnya anak mendapatkan pendidikan dan waktu bermain yang cukup, namun malah dipekerjakan.

"Ada yang sengaja diantar dan dijemput oleh bapaknya. Ada juga yang dipekerjakan oleh orang lain," kata Halikinnor.

Dirinyapun menyayangkan hal tersebut, karena membuat senang orang yang mempekerjakannya saja. Namun anak-anak terancam kehilangan masa depannya.

borneonews.co.id


BERITA TERKAIT